Sandi Klaim Harga Pasar Tradisional Mahal, Pedagang Curhat ke PDIP

12
182

Jakarta NAWACITA – Pedagang Pasar Cakung Jakarta Timur membantah disebut harga pangan di pasar tersebut mahal, seperti klaim yang disebutkan Sandiaga Uno. Mereka mengeluhkan klaim calon wakil presiden nomor urut 02 tersebut yang mengatakan harga sembako di pasar tradisional semakin mahal dan tak terjangkau.

Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad mengungkapkan, klaim Sandi tersebut dikhawatirkan akan membuat konsumen pasar tradisonal bergeser ke pusat perbelanjaan modern atau mal-mal.

Rosyid mengeluhkan hal tersebut kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ketika para kader PDIP itu melakukan Safari Kebangsaan di Jakarta, Sabtu (19/1).

“Akibat dari bicara Sandi yang selalu mengatakan harga pangan di pasar itu mahal. Tapi kenyataannya pedagang pasar menolak, membantah Sandi karena ini adalah metode penghancuran pasar tradisional agar bisa bergeser ke mal,” kata Rosyid Arsyad, Sabtu (19/1).

Pernyataan Sandi, kata Rosyid, bisa memengaruhi perilaku pembeli. Bahkan menurutnya tak sedikit masyarakat terpengaruh ucapan Sandi berujung enggan mampir ke pasar tradisional.

“Akibatnya pedagang gelisah, pasar jadi sepi. Ini yang tidak kita inginkan, bagaimana pedagang pasar ingin sejahtera,” tutur Rosyid.

Menanggapi keluhan pedagang pasar tradisional Cakung tersebut, Hasto coba menenangkan kegelisahan para pedagang.

Hasto meminta para pedangang untuk tidak panik. Dia mengatakan seharusnya, pasar ditata sebagai basis perekonomian rakyat dan daya tarik pariwisata seperti yang ada di beberapa negara sahabat seperti Thailand dan India.

“Penataan pasar yang sebenarnya itu bisa jadi tempat menarik bagi turis mancanegara untuk datang dan bisa merasakan seluruh kekayaan kuliner kita termasuk seluruh aneka bumbu yang luar biasa. Disitu kita masih kalah dengan Thailand, India di dalam pengelolaan pasar tradisional,” ujar Hasto.

Salah satu fokus utama Jokowi-Ma’ruf, Hasto melnjelaskan, adalah penataan ekonomi rakyat dimulai dari pasar tradisional.

“Pak Jokowi adalah seorang pemimpin yang muncul dari bawah dengan bersama Kiyai Ma’ruf. Beliau bertekad menjadikan Jakarta jadi Ibu Kota yang membanggakan kita bersama dan diukur dari peradabannya, diukur dari kebudayaannya, diukur dari penataan pasarnya,” ujar Hasto.

Diketahui, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam masa kampanyenya sering mengunjungi pasar tradisional. Mantan Wagub DKI Jakarta ini mengklaim dia mendapat aspirasi pedagang dan pembeli tentang ekonomi yang makin sulit.

Ia pun menyebut harga bahan pangan melonjak naik di era pemerintahan Jokowi. Seperti dikatakannya pada November 2018 lalu, saat kunjungan kampananyenya di Pasar Anyar Bagor Jawa Barat.

“Sebagian besar harga di pasar mahal, kayak tadi di Pasar Anyar, padahal kalau saya lari dari Pasar Anyar ke Istana Bogor tempat Pak Presiden Jokowi itu kurang dari 10 menit lari. Itu menyatakan bahwa harganya mahal. Mereka (pedagang) yang ngomong,” kata Sandi.

Comments are closed.