Presiden Jokowi: Stock Beras Meningkat, Tidak Ada Lagi Spekulasi Harga

1
328
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menjawab wartawan usai meninjau Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1) pagi.(Foto: Agung/Humas)

Jakarta, NAWACITA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimis harga beras turun beberapa minggu terakhir mengingat stock meningkat diakhir tahun 2018.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat melakukan pengecekan langsung stock beras di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1) pagi.

“Karena biasanya kalau stoknya sedikit itu akan banyak spekulasi dari pasar yang bermain-main dengan harga. Nah ini kita tunjukkan bahwa stok itu memang ada dan memang banyak,” terang Presiden.

Dijelaskan Presiden, setiap tahun stock besar berkisar sekitar 700.000 sampai 800.000 ton, namun di akhir Desember 2018 ini stok beras di Gudang Bulog mencapai 2,1 juta ton.

“Kalau kita lihat dulu, apa itu, kalau sudah Desember itu pasti segini (sambil memperlihatkan setengah tumpukan beras). Nah ini masih masih banyak sekali. Oleh sebab itu stok ini harus kita pakai untuk menjaga agar harga bahan pokok ini terutama beras bisa sedikit turun,” ungkap Presiden.

Belum lagi tambah Presiden, sebentar lagi akan masuk panen raya yang jatuh pada bulan Februari dan Maret. Hal ini akan memberikan pula pengaruh suplai dari produksi lagi di lapangan.

Namun Presiden Jokowi mengingatkan, kalau mau harga turun secara drastis gampangnya ya suplai saja semuanya ini ke pasar. Tapi ini akan membuat petaninya yang menjadi rugi.

“Keseimbangan antara harga produksi dengan harga pasar ini, yang harus dijaga oleh Bulog. Tidak bisa terlalu murah karena nanti petaninya juga akan menjerit,” tegas Presiden.

Terkait impor beras yang mencapai 1,8 juta ton tahun 2018 lalu, menurut Presiden Jokowi, hal itu terkait masalah produksi. Kalau produksi memang tidak cukup ya harus ditutup dengan kegiatan impor, karena kalau enggak harganya pasti akan naik.

“Inilah fungsi Bulog,” imbuhnya.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Engartiasto Lukita, Mensesneg Pratikno, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Kepala Bulog Budi Waseso.

 

 

(Red: Faiz, sumber Setkab)

Comments are closed.