Dibalik Kebijakan Pemerintah Tambah Impor Jagung Sebesar 30 ribu Ton

50
192
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.(Foto: Ist)

Jakarta, NAWACITA– Pemerintah kembali melakukan tambahan impor jagung pada bulan februari 2019 mendatang untuk mengatasi kelangkaan pasokan.

Hal ini diutarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Jum’at (04/1). Ia mengatakan, tambahan impor yang dilakukan pemerintah sebanyak 30.000 ton.

“Kita sudah menambah 30 ribu ton lagi untuk masuk di pertengahan Februari,” kata dia.

Darmin menjelaskan tujuan dari impor ini untuk menekan harga agar tidak melambung tinggi dan tidak mempengaruhi waktu menjelang masa panen jagung pada bulan April 2019, mendatang.

Lagi pula kata dia, banyak peternak kecil yang mengeluhkan harga terlalu mahal untuk pakan ayam ras karena stock yang minim. Belum lagi distribusi yang tidak merata.

Dengan adanya stok tambahan melalui impor ini maka pasokan untuk pakan ternak bisa mencukupi sehingga tercipta kestabilan harga komoditas pangan lainnya yaitu telur ayam ras.

“Tujuannya bukan sekedar membantu peternak kecil, tapi menurunkan harga jagung. Lagi pula, kalau harga jagung tidak turun, bahkan naik, harga telur pasti naik,” ucap Darmin.

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan izin untuk impor jagung untuk persediaan pasokan dalam negeri sebesar 100 ribu ton. Namun, hingga akhir Desember 2018, impor jagung yang dilakukan baru mencakup 70 ribu ton, sisanya sebanyak 30 ribu ton baru masuk pada minggu ketiga Januari 2019.

Melalui penambahan impor jagung pada pertengahan Februari 2019, maka jumlah impor jagung keseluruhan mencapai 130 ribu ton.

 

(Red: Bee, sumber Ant)

Comments are closed.