Cawapres nomor urut 2, Sandiaga Uno di pasar Tradisional Sidoarjo. (Foto: dtk)

Sidoarjo, NAWACITA– Cawapres nomor urut 2, Sandiaga Uno memulai sosialisasi diawal tahun 2019 dengan mengunjungi pasar Larangan Sidoarjo, Jawa Timur.

Sandiaga mendatangi beberapa kios pedagang yang operasional pasar buka selama 24 jam. Dalam kunjungan tersebut, Sandiaga memukul gong sebagai tanda transaksi pasar ditahun 2019 dimulai. Sandiaga menciptakan tradisi baru kepada para pedagang dalam menyambut tahun baru.

Salah satu pedagang sayur ibu Kusnawiyah curhat kepada Sandiaga terkait naiknya harga kebutuhan pokok.

“Bawang yang tadinya per/kg seharga Rp22.000, sekarang sudah naik Rp26.000 Pak,” ucap Kusnawiyah.

Ditempat yang sama juga, seorang pembeli bernama Novi mengeluhkan harga ayam mahal hingga mencapai Rp40.000 per kilogram. Ia berharap ditahun 2019 harga-harga kebutruhan pokok bisa turun.

“Harga ayam kok lama nggak turun-turun,” keluhnya.

Sandiaga yang mendengar ceritan rakyat tersebut berencana akan lebih bekerja keras jika menang dalam Pilpres. Dia akan tetap mempertahankan pasar tradisional sebagai tulang punggung dan denyut nadi ekonomi nasional.

“Insya Allah keluhan ibu Kusnawiyah dan Ibu Novi kian memacu saya dan Pak Prabowo untuk bekerja keras agar terpilih melayani masyarakat Indonesia. Sehingga kita kurangi keluhan harga kebutuhan bahan pokok yang naik turun dan mahal,” ucap Sandi.

Sandi berharap, kedepan pasar tradisional akan terus menjadi sentra ekonomi rakyat dengan harga-harga terjangkau dan stabil.

“Pasar tradisional harus bangkit tidak terhimpit dan tidak terjepit,” pungkas Sandi.

 

 

(Red: Bee, sumber TS)

Baca juga :  Pertumbuhan Investasi Riil di Ibu Kota Baru 47,7 Persen