Harga Jatuh, Begini Langkah Presiden Jokowi Bantu Petani Karet

2
1196
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai acara penyerahan SK Perhutanan Sosial di Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang.(Foto: Ist-Indepensi)

 

Palembang, NAWACITA– Pemerintah akan membeli langsung karet dari para petani untuk mengantisipasi anjloknya harga karet di pasar dunia.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam kegiatan kerjanya di Palembang, Sumatera utara. Presiden menjelaskan karet dari para petani ini akan digunakan untuk bahan baku campuran aspal dalam proyek infrastruktur.

“Nanti kementerian PU akan beli langsung dari koperasi atau petani karet. Sudah diputuskan dalam seminggu lalu saat harga karet turun hingga Rp6.000 (per kg). Saya perintahkan untuk Menteri PU, Pak Dirjen setelah sebulan ini dikaji terus, ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara penyerahan SK Perhutanan Sosial di Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Minggu (25/11).

Ditegaskan Presiden, dalam membantu para petani untuk mendapatkan harga yang layak. Maka nanti  Kementerian PUPR membeli dengan harga lebih tinggi dari pasaran berkisar Rp7.500-Rp8.000 per kg.

Intruksi ini disampaikan langsung Presiden Jokowi kepada para petani karet saat mendengar curahan hati seorang petani karet di Palembang, Bambang Wahyudi (69) asal OKU yang mewakili rekan-rekanya sesama petani saat audiensi di kegiatan penyerahan SK Perhutanan tersebut.

“Kalau di tempat saya itu harganya cuma Rp6.000 Pak, ya tolong dinaikkan Pak,” kata Bambang yang disambut tepuk tangan rekan-rekannya sesama petani.

Merespons hal itu, Presiden Jokowi pun kemudian menjelaskan bahwa komoditas karet dan juga sawit merupakan komoditas global yang harganya ditentukan pasar internasional dimana saat ini semuanya turun.

“Turun semuanya. Tidak hanya Indonesia yang kena masalah ini. Semua negara penghasil sawit Indonesia Thailand kena semua. Karet juga sama belakangan harganya turun. Itu komoditas global internasional. Harga kita enggak mungkin bisa ikut campur,” katanya.

Namun, tak lama lagi, khususnya di Sumsel, Presiden memastikan Kementerian PUPR akan membeli karet-karet tersebut dari petani dengan harga lebih kompetitif.

“Kalau ada peluang lagi harga bisa lebih dari itu saya akan sampaikan. Ini disyukuri dulu,” katanya.

 

 

(Red: Restu, sumber Ant)

Comments are closed.