Pimpin Pokja IV, Menteri Yasonna H. Laoly Selamatkan Investasi Sebesar Rp659 triliun

2
1978
Menteri Yasonna H. Laoly di ruang kerjanya.

Jakarta, NAWACITA– Kepemimpinan Menteri Yasonna H. Laoly dalam Kelompok Kerja (Pokja) IV Satuan Tugas Percepatan Paket Kebijakan Ekonomi berhasil menyelamatkan investasi sebesar Rp659 triliun.

Pokja yang baru seumur jagung ini, telah menerima 300 kasus sejak di bentuk pada 28 Juni 2018.

Penanganan laporan yang diterima ini terkait 300 terhambatnya investasi yang terbagi dalam dua jenis persoalan, yaitu kasus yang uncountable investment dan countable investment.

“Saya di Pokja IV ditugasi untuk menyelesaikan masalah-masalah investasi. Jika ada masalah, kami mengundang para pihak yang bersengketa, dan mencari solusinya,” kata Yasonna H Laoly, di Jakarta, Jum’at, (2/11).

Ia pun menyatakan bahwa kasus yang ditangani ini tidak main-main karena nilai investasinya hingga triliunan. Makanya Pokja IV saat ini fokus menuntaskan sisa kasus yang ada.

“Saya sudah perintahkan sektretaris saya, Pak Carlo (Inspektur Jenderal Polisi Carlo Brix Tewo), untuk memanggil para pihak (yang bersengketa), cari jalan damai, cari solusi, kalau ada yang keras-keras dan menyangkut pidana, maka kejar pakai pidana. Ini kita lakukan terus,” kata Yasonna.

Menteri Yasonna tak memungkiri bila penyelesaian kasus-kasus ini tidak mudah diterima oleh pihak yang bersengketa setelah diambil keputusan.“Sudah kita putuskan namun masih ada pihak yang tidak menjalankan. Bahkan ada dari instansi pemerintah,” ungkap Yasonna.

“Sudah kita putuskan namun masih ada pihak yang tidak menjalankan. Bahkan ada dari instansi pemerintah,” ungkap Yasonna.

Misalnya kata Yasonna salah satu kasus yang dialami BUMN. Setelah Pokja IV mengambil keputusan, malah mereka mengabaikan dengan alasan yang mereka miliki.“Ini yang tidak kita Inginkan. Jika masih mengabaikan, maka saya laporkan ke Bapak Menko (Menko Perekonomian) untuk diputuskan,” katanya.

“Ini yang tidak kita Inginkan. Jika masih mengabaikan, maka saya laporkan ke Bapak Menko (Menko Perekonomian) untuk diputuskan,” katanya.

Dia menjelaskan, persoalan investasi yang harus diselesaikan oleh Pokja IV, antara lain pertikaian karena masalah-masalah birokrasi, masalah perbedaan pendapat, serta adanya regulasi-regulasi yang tidak menolong.

Meski sejauh ini investasi yang diselamatkan bernilai besar, namun Yasonna masih merasa kurang. “Kami harus lebih kencang lagi bekerja sesuai arahan presiden untuk menyelesaikan macetnya persoalan investasi,”

“Kami harus lebih kencang lagi bekerja sesuai arahan presiden untuk menyelesaikan macetnya persoalan investasi,” ujarnya.

 

2 KOMENTAR