Lapor ke Presiden, BPK: Uang Negara Selamat Hingga Rp 4,13 Triliun Di Semester I 2018

13
212
Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara menyerahkan laporan IHPS I Tahun 2018 kepada Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10) pagi. (Foto: Rahmat/Humas)

Jakarta, NAWACITA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pimpinan dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10) pagi.

BPK yang dipimpin Moermahadi Soerja Djanegara menyampaikan kepada Presiden terkait Laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2018.

Dalam keterangan Moermahadi Soerja Djanegara ketua BPK kepada awak media bahwa selama semester pertama tahun 2018, BPK telah menyelamatkan keuangan negara senilai Rp 4,13 triliun.

Dana sebesar ini berasal dari penyerahan aset/penyeteron ke kas negara/daerah senilai Rp697 miliar, koreksi subsidi sebesar Rp2,88 triliun, serta koreksi cost recovery senilai Rp561,6 miliar.

“Penyetoran ke kas negara dilakukan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Sedangkan koreksi subsidi diperoleh dari hasil pemeriksaan BPK atas pengelolaan subsidi/kewajiban pelayanan publik (KPP) tahun 2017. Terkait dengan koreksi cost recovery, ini merupakan koreksi perhitungan bagi hasil dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS),” bunyi siaran pers itu.

Terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) keuangan, menurut BPK, hasil pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2017 memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

BPK juga menyebutkan, pada Laporan Keuangan Kementerian Lembaga, jumlah opini WTP mengalami peningkatan dari 84% pada tahun 2016 menjadi 91% pada tahun 2017.

Mendampingi Presiden dalam kesempatan ini Menteri Keuangan Sri Mulyani, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

 

 

 

(Red: Daril, sumber setkab)

Comments are closed.