Surat Utang Pemerintah RI Laris Manis Diserbu Investor Asing

1
499

Jakarta, NAWACITA– Arus dana investor asing atau capital inflow ke Indonesia mencapai Rp 13 triliun. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, aliran dana itu masuk usai kenaikan BI 7-Days Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan menjadi 4,75 persen.

 

Dana Investor Asing tersebut mulai masuk sejak 24 Mei 2018. “Kalau perhitungan kami sudah Rp 13 triliun sejak 24 Mei itu inflow masuk khususnya ke surat berharga negara dan ini menambah confidence ke pasar,” ujar dia di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

 

Perry mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) per hari ini mulai menunjukkan penguatan Rp 13.868 per USD dari angka tempo hari pada 23 Mei 2018 hampir tembus Rp 14.400 per dolar AS.

 

Selain itu pula, pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga terus melakukan langkah intervensi untuk menarik dana yang sempat keluar. Salah satunya melalui lelang.

 

“Pemantauan kami sejak 24 Mei inflow sudah mulai masuk terutama inflow ke SBN sudah mulai masuk dan itu menambah pasokan di pasar valas. Dan alhamdulillah Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) juga melakukan lelang dan pemenangan lelang makin tinggi,” kata dia.

 

Perry menambahkan, bank sentral bersama pemerintah akan terus menjaga nilai tukar rupiah. Bersamaan dengan hal tersebut, Bank Indonesia juga akan turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai instrumen.

 

“Kemarin kami lakukan kenaikan suku bunga memang untuk mengembalikan stabilitas nilai tukar dan alhamdulillah sekarang nilai tukar relatif stabil, tapi kami juga pastikan bahwa empat instrumen yang lain bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.

 

 

 

 

 

(Red: Hulu, sumber Merdeka)

 

Comments are closed.