Keterangan: Presiden Jokowi berdialog dengan penerima JKN KIS, di Istana Negara, Jakarta,

Jakarta, NAWACITA– Presiden Joko Widodo menerima perwakilan 92,2 juta peserta perwakilan  manfaat Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), di Istana Negara.

 

Jakarta, Rabu (23/5) siang. Peserta tersebut merupakan perwakilan dari 92,2 juta peserta yang iuranannya ditanggung oleh pemerintah atau masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung oleh APBN.

 

Diterangkan Presiden Jokowi, JKN–KIS sudah banyak didistribusikan kepada masyarakat namun belum digunakan. Ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia sudah sehat semuanya.

 

“Jangan senang menggunakan ini. Saya pun punya kartu enggak mau menggunakan, enggak enggak. Jangan digunakan ini, jangan digunakan,” tutur Presiden Jokowi

 

Presiden juga menegaskan bahwa kesehatan yang bagus harus preventif, menjaga pola makan diatur, olahraga rutin, dan tidur yang cukup tapi jangan kebanyakan.

 

Sekarang kalau masyarakat sehat maka ada dua yang harus diprioritaskan yaitu pertama, rakyat itu kalau mau ingin mendapatkan pelayanan kesehatan jangan dihambat. Yang kedua, menurut Presiden, rakyat kalau ingin mendapatkan pelayanan kesehatan juga jangan dipersulit.

 

“Saya hanya minta itu saja kok. Jangan sampai nanti saya mengecek ke rumah sakit ada yang mengeluh karena dipersulit, karena dihambat. Itu yang saya ndak mau. Pasti akan saya kejar, kenapa dipersulit, kenapa dihambat. Saya cari pasti,” ucap Presiden.

 

Presiden Jokowi mengaku mendapatkan beberapa angka yang dibayarkan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan kepada peserta. Ada satu orang dari Tanjungpinang, menurut Presiden yang dibayar oleh pemerintah, oleh BPJS Rp624 juta, dan ada yang di Jakarta Pusat Rp435 juta.

 

“Ya dibayar, wong itu kewajiban kita. Kenapa? Ya agar rakyat jadi sehat kembali,” tegas Presiden.

Baca juga :  Erick Thohir Lantik Pejabat Baru, Mulai Dari Sesmen, Deputi, dan Staf Ahli

Bahkan di Jakarta, ungkap Presiden, ada yang Rp356 juta, juga dibayar. “Jakarta memang mahal-mahal kalau sakit. Pak Gub? Emang Jakarta mahal,” ujar Presiden Jokowi sembari melirik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir di acara tersebut.

 

Presiden juga menunjuk contoh lain, misalnya di Karanganyar, Jateng, ada yang lebih dari Rp1 miliar, tepatnya Rp1,098 miliar untuk sakit hemofilia.

 

Ya inilah, lanjut Presiden, tugas yang harus dikerjakan pemerintah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Tetapi Presiden Jokowi berharap rakyat, semuanya ini sehat.

 

 

 

 

(Red: Bee, sumber Setkab)

Comments are closed.