Pertumbuhan Ekonomi NTB Terendah, Gubernurnya Sibuk Ingin Nyapres

0
311
Keterangan: Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang) Berkacamata

Jakarta, NAWACITA– Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi daerah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling rendah dibanding dengan daerah lain di Tanah Air.

 

Hasil ini didapatkan dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan April 2018 dengan memposisikan Provinsi Maluku mengalami pertumbuhan tertinggi (7.67 persen) dan terendah Nusa Tenggara Barat (0.11 persen).

 

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang) pada akhir-akhir ini sibuk dengan kegiatan yang bersifat politik karena dirinya masuk dalam list sebagai Capres ataupun Cawapres 2018 dari berbagai elemen masyarat atau lembaga survei.

 

TGB sibuk memenuhi undangan dari berbagai pihak. Berkeliling Indonesia menjadi aktifitas yang terus dilakukan oleh TGB, termasuk dalam waktu dekat kemarin menghadiri pembukaan Pameran Buku Islam (Islamic Book Fair) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

 

TGB saat ini kader aktif Partai Demokrat. Nama TGB belakangan sangat populer dikalangan masyarakat sehingga dirinya aktif untuk melakukan silaturrahmi dari satu daerah ke daerah lainya.

 

Bila melihat kembali pertumbuhan daerah, maka TGB seakan lebih mengutamakan untuk melakukan kegiatan safari dibandingkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang dipimpinya.

 

Mencermati Pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2017 hanya pada angka 5.07 persen. Capaian ini lebih rendah dari target yang dipasang yakni 5,2 persen.

 

Persoalan ini menjadi kelemahan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sejak Jokowi sapaan akrab kepala negara menjabat tahun 2014, angka 5.07 persen pada tahun 2017 adalah yang tertinggi. Malah, pada tahun 2015, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 4.79 persen.

 

Artinya, tantangan kepemimpinan nasional ke depan adalah masalah ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan semua lembaga survei merilis masalah utama rakyat Indonesia adalah kesulitan ekonomi.

 

 

 

 

(Red; Faiz, Sumber RMOL)