Dicari Pembeli Laba Sebesar Rp. Rp37,8 miliar, Siapa Yang Minat?

2
162
Keterangan: Management PT Delta Djakarta saat menerima ISO 22000: 2005

 

Jakarta, NAWACITA – Delta Djakarta merupakan salah satu perusahaan bir terbesar di Indonesia. Perusahaan yang berkode emiten DLTA ini menjadi produsen dan distributor untuk sejumlah merek bir, seperti Anker, Carlsberg, San Miguel, dan Kuda Putih.

 

Pemprov DKI Jakarta merupakan salah satu pemiliknya. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Pemprov DKI Jakarta saat ini memiliki saham Delta hingga 23,34 persen, atau 186,84 juta saham. Sisanya, sebanyak 58,33 persen dimiliki San Miguel Malaysia, dan 18,33 persen dimiliki masyarakat.

 

Namun kepemilikan saham di PT Delta Jakarta tidak sejalan dengan program pemerintahan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

 

Semasa kampanye, pasangan ini telah sepakat untuk menjual saham ini bila terpilih. Dan saat ini mereka sedang melunasi janji kampanye tersebut dengan karena alasan, produk minuman beralkohol tidak baik bagi generasi muda DKI Jakarta.

 

Sandiaga mengucapkannya saat berkampanye di Rawasari Timur, Jakarta Pusat pada 30 November 2016. Saat resmi terpilih sebagai wakil gubernur Jakarta, pernyataan sejenis juga sempat diulang kembali.

 

“Ke depan, kalau saya jadi wakil gubernur, akan saya jual. Tidak pantas bahwa ibu kota negara dengan muslim terbesar di dunia, punya saham di perusahaan bir, buat saya itu tidak masuk akal”

 

Dikutip disitus resmi deltajkt.co.id. Tahun 2016, laba bersih perusahaan ini telah Mencapai Rp 103.297.414 dengan keutungan per saham sebesar Rp 126. Naik drastis bila dibandingkan ditahun 2015 sebesar Rp 61.690.824. Untuk tahun 2017, total laba tidak bisa diakses dalam situs resmi tersebut.

 

Dalam lima tahun terakhir ini, Pemprov DKI Jakarta—dengan kepemilikan saham 23,34 persen—telah mendapatkan total dividen dari Delta sebesar Rp187 miliar. Rinciannya adalah Rp37,8 miliar pada 2017, Rp25,22 miliar pada 2016, Rp25,22 miliar di 2015, Rp50,44 miliar pada 2014, dan Rp48,34 miliar di 2013.

 

 

 

(Red: Kur, sumber Tirto)

Comments are closed.