Keterangan: Wakil Menteri Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar

Jakarta, NAWACITA- Wakil Menteri Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memastikan akan mencabut izin usaha perusahaan pertambangan yang belum berstatus Clear and Clean (CnC).

 

“Yang tidak CnC akan kita cabut. Yang CnC yang akan kita kasih izin. Tidak ada excuse,” tegas Arcandra dalam siaran persnya yang diterima NAWACITA Post, Selasa (2/4/2018).

 

Menurutnya, keberadaan tambang non-CnC dapat menggangu aktivitas pertambangan karena tidak ada standar penerapan keselamatan para pekerja.

 

“Siapa yang terganggu? Kita semua. Nyawa manusia itu sama, makanya standar safety-nya harus sama,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut Arcandra mrngungkapkan, bahwa dampak lain yang ditimbulkan adalah sering kali terjadinya tumpang tindih lahan hingga titik koordinat di lapangan yang tidak sesuai perizinan.

 

Data terakhir yang dilansir oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mencatat masih terdapat 2.595 IUP yang belum berstatus CnC yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Sementara untuk menertibkan tambang rakyat, Pemerintah menganjurkan agar menjalankan regulasi yang telah ditetapkan.

 

“Alangkah indahnya jika tambang rakyat itu juga mengikuti peraturan yang ada. Peraturan itu dibikin bukan untuk mempersusah. Ikuti standar keamanan,” tutup Arcandra.

 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, sebanyak 6.565 IUP telah dinyatakan CnC.

 

Sementara itu, dari hasil koordinasi dan supervisi yang dilakukan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), selain IUP yang telah CnC tersebut, terdapat 2.595 IUP yang dicabut pada periode 2015-2017.

 

 

 

 

(Red: Kur)

 

 

Baca juga :  Pertamina kembali Salurkan BBM di Jayapura