Kemenperin Akan Sederhanakan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu

1
169
Foto: Ist

Nawacitapost.com – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya bersama pelaku usaha tengah menyusun rencana aksi dalam upaya memacu kinerja industri mebel dan kerajinan nasional agar mampu tumbuh dan berdaya saing.

“Kami akan menyusun mekanisme Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) yang lebih sederhana dan dengan biaya yang lebih murah. Kemudian, kami juga akan melakukan pembahasan dengan perbankan untuk mendorong kinerja industri furnitur dan craft, seperti melalui program KUR, pembiayaan perbankan, lembaga pembiayaan ekspor, dan bank pembangunan daerah,” papar Airlangga, di Jakarta, beberapa saat lalu.

Lebih lanjut, menurut Menperin, pihaknya akan memfasilitasi pembentukan pusat bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi industri mebel dan kerajinan dalam negeri.

Terkait hal ini, telah ditandatangani MOU tentang pengadaan bahan baku rotan dan pemasaran produk industri rotan antara HIMKI,PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Sarinah.

Airlangga juga menekankan kepada pelaku industri mebel dan kerajinan nasional agar terus kreatif dan berinovasi sehingga bisa meningkatkan nilai tambah produk dan memenuhi selera pasar saat ini.

“Tahun 2017, kami menargetkan nilai ekspor bisa mencapai USD2 miliar,” ujarnya.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada HIMKI atas inisiatifnya menciptakan Hari Mebel Indonesia, diharapkan agar masyarakat Indonesia dapat lebih mencintai produk Indonesia dengan menggunakan produk furnitur dan kerajinan dalam negeri. (rian)

Comments are closed.