Komisi VI Imbau Kementerian BUMN Tidak Bentuk Holding untuk Perusahaan yang Sehat

14
225
Foto: Net

Nawacitapost.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijana mengatakan, pembentukan holding perusahaan BUMN tidak bisa disamakan satu dengan lainnya. Dia meminta Kementerian BUMN agar tidak terlalu memaksakan pembentukan holding untuk perusahaan yang sudah sehat.

“Jika terlalu dipaksakan akan membuat masalah ke depannya dan membuat perusahaan yang sudah besar dan sehat, malah sakit dan tidak berkinerja baik,” katanya kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (28/4/2017).

Menurut dia, holding perusahaan BUMN yang dibentuk lewat PP 72, harus dikaji lebih dalam. Apalagi Komisi VI sudah melakukan rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai wakil dari Menteri BUMN,  dan Komisi VI belum sepakat dengan subtansi dan poin-poin dari PP 72.

“holding itu tidak bisa disamakan satu sama lain BUMN. Harus by design. Energi misalnya tidak sama seperti transportasi, maka harus dibicarakan one by one,” katanya.

Selama ini, Azam melihat, banyak wacana yang terhembus mengenai implementasi PP72 tersebut lantaran kementerian BUMN ingin segera melakukan holding.

“Ya kalau wacana saja, silakan. Tapi kalau sudah mau implementasi, ya nanti dulu. Itu kan perubahan ya, terkait pengawasan keuangan negara. Karena PP 72 itu, semua juga tahu, itu bertentangan dengan UU di atasnya,” tegasnya. (rian)

 

 

Comments are closed.