Pemerintah Berusaha Atasi Gejolak Harga Daging dan Telur Ayam

0
182
Foto: Net

Nawacitapost.com – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita menjelaskan, pemerintah telah berusaha mengatasi permasalahan penurunan harga ayam hidup (broiler dan jantan layer) serta telur di bawah harga pokok produksi (HPP).

Caranya, ujar Diarmita, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 3035/Kpts/PK010/F/03/2017 tentang Pengurangan DOC FS Broiler, DOC FS Jantan Layer dan FS Ayam Layer tanggal 29 Maret 2017.

“Keputusan tersebut merupakan kebijakan pemerintah di bagian hulu untuk menata bisnis perunggasan di Indonesia. Tujuannya untuk melakukan supply management,” ujar Diarmita di Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Menurutnya, pemerintah bersama-sama dengan Tim Analisis dan Tim Asistensi perunggasan mempertimbangkan untuk mengatur kembali pasokan bibit agar sesuai dengan naik turunnya permintaan, sehingga tidak terjadi over supply.

Ada tujuh langkah yang dilakukan Kementan untuk mengatasi masalah perunggasan di bagian hulu. Pertama, penerbitan Permentan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras.

Kedua, Kementan akan membentuk Tim Analisis, Tim Asistensi dan Tim Pengawas dalam mendukung pelaksanaan Permentan Nomor 61 Tahun 2016.

Ketiga, analisis daging dan telur ayam ras.

Keempat, mengadakan pertemuan dengan stakeholder terkait dengan dinamika perunggasan nasional.

Kelima, pemantauan ke pelaku usaha terkait pelaksanaan Permentan Nomor 61 Tahun 2016 oleh Tim Pengawas Ayam Ras dalam kesiapan Sertifikasi Produk DOC FS.

Keenam, penerbitan Surat Edaran Dirjen PKH No. 02926/SE/PK.010/F/03/2017 tentang Pengurangan DOC FS Broiler, dan SE Dirjen PKH Nomor 03035/SE/PK.010/F/03/2017 perihal Pengurangan DOC FS Jantan Layer.

Ketujuh, Kementan akan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3035/Kpts/PK010/F/03/2017 untuk menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan pengurangan DOC FS Broiler, DOC FS Jantan Layer dan FS Ayam Layer.

Ketut mengimbau  peternak untuk memperbaiki manajemen pemeliharaan. Pada saat bersamaan, sambungnya, pemerintah telah mewajibkan bagi pelaku usaha dengan kapasitas produksi produksi paling sedikit 300 ribu per minggu harus mempunyai Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang memiliki fasilitas rantai dingin.

“Sehingga angka penjualan ayam beku dapat ditingkatkan,” tandas Diarmita. (rian)