Pengusaha Mebel Minta Dukungan Pemerintah

0
209
Ilustrasi pengrajin mebel / Foto: Net

Naacitapost.com – Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan, industri atau produk mebel adalah kebutuhan primer yang universal dan dikonsumsi oleh semua pihak.

Menurut Soenoto, saat ini banyak pengusaha maupun pengrajin industri mebel, seperti di Bali, yang mendesain furnitur dari sampah-sampah laut, yang kemudian ditambah top table, yang kemudian diekspor dan menjadi devisa. Karena itu, Soenoto meminta dengan sangat agar HIMKI bisa diberi akses untuk bisa berhubungan dengan seluruh kementerian.

“Di HIMKI mayoritas (anggotanya) adalah masyarakat UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Oleh karena itu, di sana adalah sebuah sektor ekonomi yang sangat kuat dan liat yang merupakan bantalan ekonomi kita, yang tangguh, dan sudah selayaknya mendapatkan support yang sebesar-besarnya dari pemerintah,” kata Soenoto, di sela-sela kegiatan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017, di Ruang Semeru, Gedung Pusat Niaga, JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/3/2017).

Ketua Umum HIMKI itu mengemukakan, bulan Mei mendatang pihaknya akan mendeklarasikan Mei sebagai bulan Mebel Indonesia. Untuk itu, ia mengimbau seluruh instansi pemerintah agar memberikan contoh untuk mengkonsumsi produk buatan Indonesia.

“Tadi di lift saya sampaikan kepada Bapak Presiden, itu furnitur kita mulai dari kelas A sampai Z itu ada semua, dibandingkan dengan produk-produk impor itu tidak kalah,” ungkap Soenoto seraya menambahkan, bahwa setiap transaksi 1 miliar dolar AS dapat menghidup 2 juta nyawa penduduk Indonesia.

IFEX 2017 merupakan penyelenggaraan yang keempat kalinya dan akan digelar selama 4 (empat) hari hingga tanggal 14 Maret. Pameran ini diikuti oleh 429 peserta dan akan dihadiri 6 ribu pembeli atau buyers,