Jumat, 5 Juni 2026

Kesan dan Pesan Drs. Sokhiatulo Laoli. MM Selama Menjadi Bupati 2 Periode di Kab. Nias (2011 - 2021)

Photo Author
Emrick Laoly, Nawacita Post
- Selasa, 20 Juni 2023 | 10:12 WIB
Sokhiatulo Laoly, 3 Aspek di Kepulauan Nias Butuh Daya Listrik 150 Mega Watt
Sokhiatulo Laoly, 3 Aspek di Kepulauan Nias Butuh Daya Listrik 150 Mega Watt

NAWACITAPOST.COM - 2 Periode Kepemimpinan Sokhiatulo Laoli memimpin Kabupaten Nias, banyak masyarakat diluar Kabupaten Nias bertanya-tanya program apa saja yang telah dibuat. Tetapi sebagian besar masyarakat Kabupaten Nias yang tinggal disana mengetahui dan merasakan program-program yang sudah dibuatnya.

 

Hal tersebut diperjelas Sokhiatulo Laoli dalam wawancara ekslusive bersama Nawacita Politik TV pada Jumat 16 Juni 2023. Ia menyampaikan selama menjabat 2 periode menjadi Bupati di Kab. Nias dari 09 Juni 2011 sampai 10 Juni 2021, suka duka banyak dialami.

 

Terutama rasa suka dan duka yang di alaminya dalam mewujudkan program-program yang telah dirancang sesuai visi misi yang sudah dilakukan dengan maksimal tetapi menurut masyarakat belum maksimal "menurut kita sudah kita lakukan dengan baik namun ada saja yang menganggap belum maksimal", ucap Sokhiatulo Laoli, manta Bupati 2 periode tersebut.

Tambah Sokhiatulo Laoli mengukapkan bahwa semua yang saya lakukakan saat memimpin di Kab. Nias selama dua periode saya lakukan dengan dengan niat baik. Seperti halnya untuk mendatangkan Investor ke Nias dalam mewujudkan adanya Pabrik Karet di Kabupaten Nias saat itu.

-


Mimpinya untuk mewujudkan adanya Pabrik Karet di Kab. Nias, di dasarkan menurut Dia, karena mayoritas mata pecaharian masyarakat di Kab. Nias dulu sampai sekarang adalah berkebun Karet.

Namun, setelah sudah menjadi bupati pada saat itu, Sokhiatulo Laoli baru mengetahui bahwa untuk mendirikan Pabrik Karet di Kabupaten Nias, sulit dilakukan berhubung daya listrik yang diperlukan untuk mendirikan sebuah Pabrik KaretĀ  cukup besar.

 

Sedangkan saat itu daya listrik yang dimiliki oleh PLN hanya 26.5 Mega Watt untuk sekepulauan Nias, itupun yang 20 Mega Watt adalah pinjaman dari Perusahaan American Power Rent (APR).

"listrik yang 26.5 Mega Watt saat itu adalah sebagian pinjamanan dari perusahaan American Power Rent (APR) Oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 20 Mega Watt. Jadi sumber tenaga listrik di kepualan Nias Sejak Merdeka sampai saat itu yang dimiliki oleh PLN hanya 6.5 Mega Watt", Ucap Sokhiatulo Laoli

Lanjut mantan Bupati Nias 2 Periode itu, Sokhiatulo Laoli mengukapkan pada tahun 2012, Ia sudah mengajukan proposal pembangunan listrik ke PLN pusat yang ditembuskan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan kapasitas 150 Mega Watt.

 

"Mestinya pembangunan tower listrik dari Gunung sitoli sampai Teluk Dalam terwujud pada tahun 2015. Tetapi karena adanya pergantian Direktur Utama PLN pada saat itu, program tersebut tidak jadi, anggaran dibatalkan", imbuh Sokhiatulo Laoli

 

Dengan pergantian Direktur Utama PLN Nur Pamudji ke Sofyan Basir saat itu mempengaruhi setiap kebijakan sehingga pada tahun 2016 baru ada realisasai dengan masuknya anggaran APLN dan Power Gardu Induk (Mesin) dengan daya 25 Maga Watt.

Diteruskan Sokhiatulo Laoli, menjelaskan bahwa, gagalnya Pabrik Karet pada masa kepemimpinanya bukan karena tidak ada program yang dijalankan sesuai Visi Misinya. Tetapi karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi gagalnya program tersebut salah satunya adalah daya listrik yang kurang memadai saat itu.

 

"Tidak mungkin Investor menunggu-nunggu, dia kan orang pembinisnis, akhirnya investor tersebut pada tahun 2015, sudah bangun pabrik di Jambi. Tidak mau menunggu terus saya karena masih saya perjuangkan", jelas Sokhiatulo Laoli

-


Kembali menerangkan dengan kegigihan dan perjuangannya, Sokhiatulo Laoli dalam mewujudkan Nias tidak kesulitan dalam daya litrik. Ia selalu memberikan perhatian penuh walaupun sudah tidak menjabat sebagai Bupati di Kab. Nias " Saya memantau apa yang telah diperjuangkan dan hingga saat ini listrik di Kepulauan Nias sudah mencapai 82 Mega Watt" Terang, Sokhiatulo Laoli.

 

Kemudian Ia menjelaskan dalam memenuhi kebutuhan 3 aspek di Kepulauan Nias khususnya untuk mendirikan Pabrik Karet, Pariwisata dan Komersial dibutuhkan daya listrik sebesar 150 Mega Watt.

Editor: Emrick Laoly

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini