Nganjuk, NAWACITAPOST.COM - Sebagai bentuk protes warga karena jalan rusak dan lama tak tersentuh bangunan, sejumlah warga masyarakat Dusun Sumberjo dan Sumberagung, Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menanam pohon pisang di jalan yang berlubang, pada Minggu, (14/5/2023).
Pantauan jurnalis Nawacitapost.com sepanjang kurang lebih lima (5) kilometer jalan poros ditanami pohon pisang sebagai aksi bentuk protes mereka karena jalan Kabupaten tersebut tak kunjung diperbaiki selama kurun waktu kurang lebih lima (5) tahun terakhir.
Tak hanya itu, ratusan warga juga juga membentangkan beberapa poster yang bertuliskan: JALAN RUSAK BOIKOT BAYAR PAJAK, IKI NGANJUK LUUURRR, DADAPAN KU JAUH DARI PEMBANGUNAN, dan JALAN 1000 LUBANG BIKIN ORANG TUMBANG.
Menurut Dwi Arif Setiyono kordinator aksi mengatakan, dalam orasinya bahwa jalan poros tersebut tersebut merupakan jalan untuk anak-anak pergi ke sekolah, juga menuju ke Puskesmas maupun kantor Desa Dadapan yang sudah lima (5) tahun lebih tidak tersentuh aspal.
"Kasihan anak-anak yang pergi ke sekolah hingga sepedanya tidak bisa dinaiki alias didorong dikarenakan jalan rusak parah, bahkan Kepala Desa (Kades) maupun Pamong Desa sementara pamong terbanyak ada di dusun Sumberjo, Desa Dadapan, Ngronggot," kata Dwi Arif Setiyono yang biasa akrab disapa Arif.
Arif menambahkan, bahwa jalan poros Kabupaten tersebut merupakan jalur penting yang kerap digunakan untuk akses ke Desa Banjarsari, Hingga Desa/Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.
"Kami mohon pemerintah Desa, Kecamatan, dan utamanya daerah Kabupaten Nganjuk, untuk lebih memperhatikan jalan yang sudah rusak parah, bisa ditindaklanjuti untuk pembangunannya lebih cepat," imbuhnya.
Ketika diwawancarai Arif kembali menegaskan bahwa, jalan poros tersebut merupakan akses utama menuju ke Sekolah Dasar (SD), Puskesmas, dan Kantor Desa.
"Karena sudah lima (5) tahun terakhir tidak tersentuh bangunan atau tidak ada pengaspalan, dan harapan kami lebih diperhatikan karena terakhir dibangun atau diaspal terakhir sekitar tahun 2008/2009," ungkapnya.
Lanjut Arif menjelaskan, bahwa jalan poros tersebut merupakan jalur sentra tanaman bibit yang mana banyak petani yang menanam buah-buahan, juga pada atau pangan.
"Kami mohon lebih diperhatikan, agar pendistribusian lebih mudah dan gampang," ujarnya.
Begitu pula Yuliantono Kades Dadapan dalam orasinya memohon kepada pemerintah daerah untuk segera merealisasikan permohonan warga Desa Dadapan khususnya Dusun Sumberjo dan Sumberagung.
"Sebenarnya sejak tahun 2019 sudah mengajukan proposal permohonan, sebanyak lima (5) kali, sebagai bentuk perjuangan, namun nyatanya sampai saat ini belum ada hasil, dan mudah-mudahan dengan adanya aksi hari bisa segera terealisasi," kata Kades Yuliantono yang biasa akrab disapa Anton.
Ketika diwawancarai Anton menegaskan bahwa, kegiatan tersebut bukan merupakan unjuk rasa melainkan hanya sebatas kegiatan masyarakat yang disertai rasa sakit hati.