Kamis, 4 Juni 2026

Kemenkumham Papua Laksanakan Ibadah Persekutuan Oikumene di Lapas Narkotika Kelas II A Jayapura

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Jumat, 31 Maret 2023 | 22:05 WIB
Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius M Ayorbaba
Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius M Ayorbaba

Jayapura, NAWACITApost.com Ibadah Persekutuan Oikumene Kemenkumham Papua Kali ini di laksanakan pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Jayapura ditunjuk sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan Ibadah bersama tersebut yang dilaksanakan bertempat pada Gereja Oikumene Lapas Narkotika Kelas II A Jayapura.

Kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan rohani bagi pegawai beragama Nasrani yang berada di lingkungan kanwil maupun satuan kerja Yang ada di Papua terlebih khusus yang berada di kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura serta diikuti oleh Jemaat Oikumene yang merupakan Warga Binaan Pemasyarakatan yang beragama Nasrani yang berada pada Lapas Narkotika Kelas II A Jayapura, Jumat (30/03/23).

Kegiatan ibadah diawali dengan Pujian yang mengangkat hati untuk beribadah dengan puji-pujian yang dinyanyikan secara bersama-sama dari pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang hadir terambil dalam pujian No 127 halaman 32 Sunguh Ku Bangga Bapa Punya Allah Seperti Engkau menjadi pembuka yang mengiringi jalannya ibadah di pagi hari tersebut.

Ibadah kali ini dipimpin oleh. Pdt. Sosor Ambar Manurung, S.Th.,M.Mis. . Dalam khotbahnya, Pdt .Dr. James Wambrauw, S.Th. mengajak para pegawai untuk merenungi nats Alkitab yang terambil di dalam kitab Amos Pasal 5 Ayat 1 : 17 dengan tema "Carilah Tuhan Maka Kamu Akan Hidup".

-


Pdt. Sosor Ambar Manurung, S.Th.,M.Mis mengajak kita semua untuk merenungkan dan mendapatkan pengajaran mengenai mencari Tuhan. "Kenapa Tuhan harus dicari, apakah Dia hilang? Apa maksud dari ayat ini. Ayat ini sangat penting, karena dari sanalah kita bisa mengerti tentang kehidupan. Ketika kita mencari Tuhan dan mendapatkan-Nya, maka Tuhan berjanji bahwa kita akan hidup," ucapnya.

Lanjut Pdt. Sosor Ambar Manurung, Carilah Tuhan, berarti berusaha, berjuang atau bekerja keras. Carilah Tuhan dalam terjemahan lain “pandanglah Tuhan”. Dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari “Kembalilah kepada-Ku.” Tuhan tidak hilang. Justru kita mungkin yang sedang terhilang. Kita yang keluar dari kandang. Kita yang tersesat. Tuhan tetap berada ditempat-Nya, tetapi kitalah yang sering melenceng, keluar dari jalur Tuhan.

Pdt. Sosor Ambar Manurung mengajak Pegawai kemenkumham Papua maupun WBP untuk Pertobatan adalah berbalik, dari hidup yang lama dan sia-sia kepada hidup yang baru. Saya kan sudah Kristen, sudah percaya Yesus, sudah rajin ke gereja. Keadaan itu hampir sama dengan keadaan pada zaman Amos. Tuhan lihat pertobatan kita dari hati kita dan itu harus berdampak pada kehidupan kita sehari-hari. Ada buah-buah pertobatan yang bisa dilihat oleh orang lain, oleh orang-orang yang dekat dengan kita.

"Izinkan saya untuk mengingatkan kembali, bagaimana kita menilai diri kita sendiri, apakah sudah benar-benar bertobat atau hanya pertobatan semu. Orang yang bertobat dan percaya kepada Yesus mempunyai bukti pertobatan: (1) Menjauhi dan menghindari dosa, lari dari dosa, karena dosa itu akan membelenggu kita dan membuat kita tidak merdeka. (2) Hidupnya selalu mengucap syukur. Ucapan syukur ini yang mendorong hidupnya untuk melakukan banyak hal di dalam Tuhan. Dia tidak mudah bersungut-sungut. (3) Selalu mencari kebenaran, ada kerinduan yang dalam untuk membaca, mempelajari dan merenungkan firman Tuhan," pungkas Pdt. Sosor Ambar Manurung.

Usai ibadah acara di lanjutkan dengan sambutan Ketua Persekutuan Oikumene Kanwil Kemenkumham Papua Hendrik Pagiling Kakanwil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pendeta dan juga Kalapas Narkotika Kelas II A Jayapura beserta jajaran yang sudah mengfasilitasi serta jajaran atas disediakan nya tempat dan Petugas Pelayanan yang sudah melayani pada Ibadah yang telah dilakukan. Dan Ibadah seperti ini penting untuk dilaksanakan seperti pekerjaan rutin lainnya.

“Selalu bersyukur dimanapun kita berada dan dimanapun kita ditempatkan. Tunjukan pribadi yang takut akan Tuhan melalui disiplin serta pengendalian diri yang baik,” ungkap Hendrik.

-


Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius M Ayorbaba dalam sambutanya menyampaikan kepada WBP serta seluruh Pegawai bahwa sekali pun kita ada di dalam lapas tetapi kita masih di lindungi Tuhan untuk itu bekerja baik dan sunguh sunguh, Tuhan itu nyata dan biak ia bisa nyatakan berkatnya kepada semua melalui siapa saja untuk itu lakukan tugas mu dan patuhi aturan dengan selalu dekatkan diri dengan Tuhan seperti Kata Firman Tuhan tadi bahwa Carilah Tuhan Maka Kamu Akan Hidup.

"Untuk itu berdoa sangat penting kepada seluruh Pegawai mapun narapidana yang ada disini untuk bisa mendekatkan diri kepada Tuhan biasakan diri dalam doa di mana pun kamu berada sampaikan apapun yang kamu pergumuli kepada Tuhan lewat doa maka kamu akan di tolong oleh Tuhan, tembok ini tidak bisa batasi kuasa Tuhan atas hidup kita untuk itu jadikanlah Tuhan sebagai alat komunikasi kita dengan Tuhan," tutur Anthonius M Ayorbaba.

Kegiatan di lanjutkan dengan sesi foto bersama.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini