Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menarik mobil dinas Toyota Fortuner Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTMPTSP) Probolinggo Kristiana Rutilani.
Baca Juga : Kajati Riau Beri Penyuluhan Hukum Kepada Penghulu se- Kabupaten Siak
Mengutip dari KOMPAS.com, penarikan tersebut dilakukan setelah mobil dinas digunakan oleh anak Kristiana hingga digerebek oleh warga, pada Rabu (4/1/2023) malam lalu. Warga curiga lantaran mobil tersebut berisi pasangan muda-mudi dan kendaraan terparkir lama di Jalan Panjaitan, Kota Probolinggo.
“Sebagai sanksi atas pelanggaran tersebut, mobil dinas Toyota Fortuner itu ditarik oleh Pemkab Probolinggo,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Heri Sulistyanto, Rabu (11/1/2023).
Sebelumnya, warga menggerebek sebuah mobil pelat merah di Jalan Panjaitan Probolinggo. Warga melihat mobil tersebut terparkir lama. Saat diintip, warga menemukan pasangan muda-mudi di dalamnya. Mereka pun diminta untuk keluar.
“Kami mendapatkan pengaduan masyarakat. Selanjutnya langsung menghubungi teman (pejabat) Pemkab Probolinggo ya. Sudah saya jelaskan kepada mereka,” kata Kepala Dinas Satpol PP Probolinggo Pujo AS.
Sebagai sanksi, pemerintah daerah menarik mobil tersebut sehingga tidak lagi menjadi kendaraan dinas Kristiana.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTMPTSP) Probolinggo Kristina Ruliani membenarkan bahwa putrinya yang berusia 18 tahun berada dalam mobil dinas saat digerebek oleh warga.
Namun, dia menepis dugaan bahwa anaknya berbuat asusila di dalam mobil seperti anggapan warga. Menurut Kristaina, anak perempuannya bersama dengan sahabat lelakinya sedang berdiskusi di dalam mobil.
“Mereka berdua tidak berbuat asusila. Mereka hanya berdiskusi untuk masuk perguruan tinggi jalur prestasi. Kebetulan anak saya atlet anggar,” kata dia, Rabu (11/1/2023).
Namun dia mengakui, penggunaan mobil dinas tersebut menyalahi aturan meski sang anak memiliki SIM A.
“Saya salah dan minta maaf. Kami siap menerima sanksi apa pun itu,” ujar Kristiana.