Surabaya NAWACITAPOST - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak membuka secara langsung acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) prov. Jatim 2022, Kamis 20 Oktober 2022.
Emil yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina FPK Prov Jawa Timur, dalam sambutannya menyatakan penting hadirnya forum pembauran kebangsaan di Jawa Timur.
Mengapa demikian, karena menurutnya sesuai amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 dan diperkuat lagi dengan peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 41 tahun 2009, keanekaragaman antar suku di Jawa Timur harus tetap terjaga.
"Forum pembauran kebangsaan bukan tempat untuk menonjolkan perbedaan tetapi tempat untuk mencintai dan mensyukuri perbedaan, itulah eksistensinya, " Tutur Wagub Emil.
Tugas pokok FPK Jatim, kata Emil adalah menjaring aspirasi masyarakat dibidang pembauran kebangsaan. Kemudian juga menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku dan masyarakat.
Emil juga mengingatkan kepada pengurus FPK untuk bisa menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan. Terlebih juga merumuskan rekomendasi kepada Gubernur Jatim, Bupati, Walikota, Camat dan Kelurahan, sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan pembauran kebangsaan.
Yang kita tahu, lanjut Emil, di Jawa Timur hanya ada suku Jawa, Madura, tengger, dan Osing. Namun dengan adanya FPK, masyarakat jadi mengetahui bahwa di Jawa Timur juga ada suku Minang, Bugis, Nias, dll. Dan semuanya adalah orang Jawa Timur tidak ada perbedaan sedikitpun. Dan semua merasa seperti di rumah sendiri.
"Jadi ini pentingnya forum ini, kita bisa bersama-sama membicarakan hal-hal yang bisa membuat kita semakin mencintai dan mensyukuri keanekaragaman, " Ungkap wakil dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini.
"Seperti batik ini, warnanya beda-beda dan dibutuhkan effort karena berapa kali harus Dicelup tapi hasilnya lebih indah," ucapnya.
Mengutip dari kata-kata Sukarno, Emil menjelaskan Indonesia bukan hanya Geographic Nations, bukan sekedar dari Sabang sampai Merauke dari miangas sampai Pulau Rote, tapi Indonesia adalah semangat perjuangan untuk mengesampingkan perbedaan geografis perbedaan agama perbedaan suku.
Dalam kesempatan itu, Wagub muda ini juga memerintahkan agar Bakesbangpol Jatim dapat mengawal dan mendampingi proses Rakerda FPK Jawa Timur supaya dapat merumuskan rekomendasi-rekomendasi yang konkrit untuk mewujudkan sekaligus menjaga pembauran dalam keanekaragaman dan kemajemukan masyarakat Jawa Timur, khususnya di tahun-tahun politik ini.
Sebelumnya, Sekretaris FPK Prov. Jatim Yafeti Waruwu juga selaku ketua Panitia Rakerda melaporkan bahwa gelaran ini merupakan rapat kerja daerah Tahun 2022 sekaligus acara seminar pembauran kebangsaan dan pesertanya dari seluruh pengurus FPK se-Jawa Timur serta mengundang masing-masing kepala bakesbangpol kabupaten/kota se-Jatim.
-
"Rapat kerja ini merupakan agenda tahunan bagi Forum Pembauran Kebangsaan untuk membahas program kerja apa yang akan kita lakukan kedepan, sebagaimana dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 dan juga Peraturan Gubernur Jawa Timur tahun 2009, dimana dalam hal tugas pokok kita untuk kebhinekaan, kita Bertugas di dalam mengayomi dan juga melaksanakan kebinekaan itu termasuk mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari," papar Yafeti.
Hal senada diucapkan, ketua FPK Prov. Jatim HM. Yousri Nur Raja Agam dalam sambutannya, mengaku bangga atas keikutsertaan Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak menjadi ketua Dewan pembina FPK prov. Jatim. Terkhusus membuka Rapat Kerja Daerah Forum Pembauran Kebangsaan provinsi Jawa Timur 2022.
-
"Semoga, melalui pencerahan dan pengarahan beliau (Wagub Emil, red) di Rakerda FPK Jatim 2022 ini, dapat memberikan semangat seluruh jajaran pengurus FPK se-Jatim untuk memberikan rekomendasi-rekomendasi konkrit di dalam agenda Rakerda, sehingga dapat kita wujud nyatakan dalam setiap kegiatan kedepan," ungkap Jurnalis dan penulis buku senior ini.
Selain Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak, agenda Rakerda yang dilaksanakan selama 2 hari di hotel Aria Surabaya ini juga digelar seminar kebangsaan dengan nara sumber Heru Wahono Santoso Kepala Bakesbangpol Prov. Jawa Timur, Ir Mohammad Yasin Kepala Bappeda Jatim, serta Dr. Suko Widodo dosen ilmu komunikasi Unair Surabaya. (BNW)