Pemalsu Surat Hasil Tes PCR dan Antigen, Aturan Perjalanan Pesawat di Bandara Soeta Diubah

0
338
Pemalsu Surat Hasil Tes PCR dan Antigen, Aturan Perjalanan Pesawat di Bandara Soeta Diubah

Jakarta, NAWACITAPOST- Aturan perjalananan menggunakan pesawat terbang di Bandara Soekarno-Hatta segera berubah lagi. Rencananya, tidak sembarangan surat hasil PCR test atau rapid test antigen bisa menjadi aturan perjalanan menggunakan pesawat terbang.

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru dalam pemeriksaan aturan perjalanan menggunakan pesawat terbang. Hal ini untuk mengatasi maraknya surat hasil tes Covid-19 palsu.

Kepala KKP Darmawali Handoko mengatakan pada Senin (18/1/2021). Salah satu caranya adalah dengan mewajibkan fasilitas kesehatan yang menerbitkan surat hasil PCR test atau rapid test antigen bagi calon penumpang mengunggah dokumen itu ke dalam Electronic Health Alert Card (e-HAC).

Baca Juga : Gus Miftah : Non Islam Bukan Penghalang Menjadi Kapolri

“Seluruh pelayanan kesehatan yang akan mengeluarkan (hasil tes) PCR atau antigen, harus terdaftar di Electronic Health Alert Card (e-HAC). Jadi, pihak pelayanan kesehatan itu yang meng-upload (ke e-HAC),”ucap Darmawali.

Usai pihak pelayanan kesehatan mengunggah hasil tes PCR atau antigen tersebut, orang yang melakukan tes itu juga akan memiliki hasilnya di e-HAC masing-masing. Dengan adanya langkah itu, calon penumpang pesawat harus menunjukkan hasil tes mereka melalui aplikasi e-HAC kepada petugas bandara.

Darmawali menyebutkan. Bahwa aturan perjalanan baru ini wacananya akan berlaku mulai bulan Februari 2021. “Jadi ini bertahap dulu. Rencananya, (pada) bulan Februari,” ucapnya.

Adanya aturan perjalanan baru ini, lanjut Darmawali, guna meminimalisasi beredarnya surat hasil tes Covid-19 palsu di kemudian hari. “Itu kan fasilitas kesehatannya yang harus meng-upload. Kemudian, kemungkinan adanya pemalsuan sangat kecil sekali,” urainya.

Alasan lain lahirnya sistem ini lantaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta menangkap 15 orang pemalsu surat hasil tes PCR dan antigen beberapa waktu lalu. Adapun terduga pelaku, yakni MHJ, M alias A, ZAP, DS alias O, U alias B, AA bin T, dan U alias U.

Terduga pelaku lain, yaitu YS, SB, S bin N, S alias C, IS bin IS, CY alias S, RAS, dan PA. Para tersangka dijerat Pasal 93 jo Pasal 9 Ayat 1 UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan dan/atau Pasal 14 Ayat 1 UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 263 dan/atau Pasal 268 KUHP.