Jakarta, NAWACITAPOST.com – “Karena Kepala Desa dan Perangkat Desa adalah ujung tombak dari pembangunan bangsa dan negara saat ini,” tutur Sekretaris JenderalKementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT), Taufik Madjid diacara pelantikan APDESI HalmaheraTimur, Sabtu (24/6/2023).
Baca Juga : Gandeng ANRI, Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid Ingin Tingkatkan Kualitas Kearsipan
Maka sinergitas bukan hanya terjadi antara Pemdes, Pemda, Universitas serta stakeholder terkait dalam pelaksanaan pembangunan, juga meminta Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) bersinergi dalam percepatan pembangunan desa, ujarnya.
Taufik Madjid memaparkan, dari total 102 desa di Kabupaten Halmahera Timur perlu sentuhan APDESI dan para akademisi agar desa-desa yang tersebar di 10 Kecamatan tersebut terus berkembang dan maju.
Lebih lanjut, Taufik Madjid berharap pertemuan itu juga dapat mendorong sinergitas program berkelanjutan antara Pemdes, Pemda, Universitas serta stakeholder terkait dalam pelaksanaan pembangunan.
Tidak hanya itu, Taufik Madjid juga meminta APDESI Halmahera Timur agar menggali potensi desa dan warta desa untuk pengembangan pembangunan berkelanjutan.
Dengan begitu, katanya, dapat memberikan sumbangsih dalam peningkatan kesejahteraan warga desa.
Taufik Madjid menjelaskan, pemerintah selama ini telah mengucurkan APBN langsung ke desa atau yang disebut dengan Dana Desa (DD). Bahkan, beberapa aspirasi APDESI telah dikabulkan, salah satunya ada 3 persen DD untuk oprasional perangkat desa.
Hal tersebut harus disambut baik oleh para Kepala Desa agar DD itu betul-betul dimanfaatkan untuk pembangunan desa secara maksimal.
“Besaran DD saya diperintah Bapak Menteri untuk memperjuangkan untuk penetapan pagu DD Nasional Rp 67 triliun, kalau boleh harus lebih dari itu,” ungkap Taufik Madjid
Turut hadir dalam acara tersebut yakni Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakup; Waketum DPP APDESI, Yoram Uang, serta Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Danton Ginting Munthe.