Jakarta, NAWACITAPOST.com – Salah satu tokoh Nias yang juga Ketua Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN), Mayor Jenderal TNI (Purn) Christian Zebua, ketika dihubungi Nawacitapost.com via aplikasi WhatsApp, Senin siang (22/5/2023) menyatakan bahwa Kepulauan Nias (Kepni) yang saat itu tinggal ketuk palu untuk menjadi sebuah Provinsi, tetapi terhenti karena adanya moratorium.
Baca Juga : Idealisman Dachi : Marinus Gea Lebih Mumpuni Memimpin Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias
Sampai saat ini tetap digaungkan, dan tidak pernah berhenti memperjuangkannya, karena syarat (Kepni) untuk menjadi Provinsi sudah terpenuhi, yaitu terluar, terpencil dan termiskin, serta punya 4 Kabupaten dan 1 Kota, tegasnya.
Khusus untuk terluar, dari 135 pulau, hanya 32 yang berpenghuni, dan 103 tidak berpenghuni. Sehingga hal ini menjadi perhatian pemerintah pusat, agar Kepni menjadi provinsi didasarkan juga pada kepentingan strategis, jelasnya.
Christian Zebua juga menambahkan, Kepni menjadi Provinsi adalah salah satu jawaban kita bisa lepas dari ketertinggalan, dan bukan hanya itu, kita bisa juga mewujudkan peran kita sebagai garda terdepan NKRI. Nias itu luar biasa dan sangat urgen. Keuntung lainnya, menjadi garda terdepan di kawasan barat Indonesia khususnya di Samudera Hindia.
Terkait tentang BPP-PKN, “bahwa saya sampai saat ini masih ketuanya, kecuali ada kebijakan dari Forum Kepala Daerah (Forkada) 4 Kabupaten dan 1 Kota, untuk menggantinya," tuturnya.
Soal pergantian BPP-PKN, Christian Zebua mengusulkan agar Otoli Zebua menjadi Ketua BPP-PKN. Alasannya karena Otoli Zebua seorang pendeta. Sehingga mudah untuk melakukan tugas ini, tuturnya.
Terkait nama Otoli Zebua. Catatan yang didapat media nawacitapost.com dari berbagai sumber, Otoli Zebua sampai saat ini masih menjabat sebagai Sekjen HIMNI.