Jakarta, NAWACITAPOST.com – Saat m/tag/jokowi">Jokowi ditetapkan menjadi capres pada periode kedua tahun 2019. Jokowi sempat menyebut beberapa nama berinisial huruf M. Pengamat dan netizen menyebut Muhammad Jusuf Kalla, Moeldoko, Mahfud MD, dan Maruf Amin. Mahfud MD sempat menguat, tetapi di detik-detik terakhir tereliminasi.
Baca Juga : Soal Cawapres, Ini Kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Kini menuju pendaftaran Pilpres 2024. PDIP, PPP dan beberapa partai lain telah sepakat mengusung Ganjar capres, sementara cawapresnya masih digodok.
-
Bila soal cawapres ini ditarik ke tahun 2019. Bahwa berinisial huruf M. Terkait ini kemungkinan ada dua nama yang menguat, tutur pemerhati politik nusantara Faigiziduhu Ndruru ketika ditemui nawacitapost.com disebuah café, kawasan Jakarta Timur, Kamis pagi (27/4/2023).
“Sebenarnya Pak Mahfud MD kans terbesarnya menjadi cawapres pada tahun 2019, kalau untuk pilpres 2024 kemungkinan ada hambatan. Ya harus diakui pak Mahfud MD ini orangnya jujur, tegas, tetapi dalam dunia politik agak kurang luwes. Jadi mungkin lebih tepatnya sebagai Ketua MA atau Jaksa Agung, jelasnya.
"Yang dibutuhkan sebagai pendamping Ganjar, orang yang mengerti administrator kenegeraan juga sosok yang tidak kompromi dengan kelompok intoleren dan radikal, maka yang paling tepat untuk itu Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, karena pak Moeldoko ini sudah teruji membantu pemerintahan presiden Jokowi. Terlebih dari itu, pak Moeldoko pasti melanjutkan pembangunan Presiden Jokowi," pungkasnya.