Jakarta, NAWACITAPOST.com –Menentukan cawapres itu harus dibicarakan dengan partai yang mencalonkan presiden, dan juga harus kita bicarakan juga dengan calon presiden. Hal itu dinyatakan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono usai menggelar rapat pengurus PPP dikediaman pribadinya Slemen, Yogyakarta, Senin (24/4/2023).
Baca Juga : Pemilih Kritis, SMRC : PDIP Teratas, Gerindra dan Golkar Menyusul
Beranjak dari pernyataan Mardiono tersebut, bisa dipastikan PPP merapat ke PDIP, dan sepakat capresnya Ganjar, dan kemungkinan akan menawarkan nama Sandiaga Uno sebagai cawapres, itupun dengan catatan Megawati tidak keberatan.
Soal merapatnya PPP ke PDIP, rencananya bakal diputuskan hari ini ( (kemungkinan Rabu, 26 April 2023 di Jakarta) oleh Plt Ketum PPP Mardiono.
Terkait hal itu, DNA politik PPP bila merujuk rekam jejak tahun 2001 -2004, yang mana kala itu Megawati Soekarnoputeri pernah menjadi Presiden pada 2001-2004. Megawati menggantikan Abdurrahman Wahid yang dilengserkan MPR. Hamzah Haz yang kala itu menjadi Ketua Umum PPP menjadi Wakil Presiden mendampingi Megawati.
Bersama selama 3 tahun (PDIP dan PPP) memimpin Indonesia, apakah bisa berlanjut di Pilpres 2024? Sesuatu mungkin saja terjadi.
Namun, soal siapa duet Ganjar Pranowo, selain tergantung Megawati juga siapa yang mau bergabung dengan PDIP. Cawapresnya bisa Ketum Parpol di luar PDIP atau diluar parpol tetapi punya kedekatan sebagai kader partai.