Majalengka, NAWACITApost.com – Seorang pekerja bernama Yudhiyanto (44) harus dirawat inap selama empat hari di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah mengalami luka bakar yang parah. Luka bakar tersebut dideritanya saat bekerja di bengkel las di Bandung bersama rekannya pada awal Februari lalu.
Menteri Sosial, Tri Rismaharini, melalui Sentra Terpadu "Inten Soeweno" (STIS) di Cibinong, memberikan arahan kepada tim STIS untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Pekerja sosial dari STIS di Cibinong, Halimeh, mendampingi Yudhiyanto selama proses pengobatan.
“Baru banget selesai (dioperasi). Baru aja pulang kemarin, Jumat (24/3), setelah empat hari rawat inap di RSHS Bandung pasca tindakan operasi,” kata Pekerja Sosial dari STIS di Cibinong, Halimeh mengutip siaran pers tertulis Kemensos Senin, (27/03/2023).
Sebelum tim STIS tiba, keluarga Yudhiyanto telah memberikan penanganan mandiri pasca kejadian dan dirawat di RSUD Majalengka selama sembilan hari, dan tindaklanjut pembersihan luka telah dilakukan. Namun, karena tidak pernah kontrol lagi ke rumah sakit selama sembilan hari, tim STIS membawa Yudhiyanto ke RSUD Majalengka untuk kontrol dan meminta rujukan berobat ke RSHS Bandung.
Yudhi pun dibawa ke RSHS Bandung, Senin (13/3). “Senin (13/3), ketemu dokter bedah kulit RSHS Bandung. Katanya, harus ada tindakan. Jadi, langsung dibikinin jadwal untuk operasi. Terus, Selasa (14/3), cek lab, segala macamnya itu,” kata Halimeh menjelaskan.
Kemudian, ia melanjutkan, dapat jadwal untuk operasi pada Selasa pekan depannya (21/3). “Sebelum tanggal operasi itu, Seninnya (20/3), sudah harus di rumah sakit lagi, sudah harus rawat inap. Jadi, Minggu sore (19/3), kami berangkat ke Bandung untuk daftar rawat inap,” tuturnya.
Tindakan operasi, berupa berupa pembersihan luka yang masih menempel di area wajah dan leher, serta implan kulit di area leher, masih harus dilakukan mengingat kondisi Yudhi yang kesulitan ketika mendongak atau menoleh ke arah tertentu sehingga langkah ini diambil oleh dokter kulit yang menangani Yudhi.
Sepanjang operasi, Kemensos terus mendampingi Yudhi. Selain pendampingan selama proses pengobatan, Kemensos juga membantu pembayaran pemeriksaan Yudhi di RSUD Majalengka dan RSHS Bandung.
“Kami bantu semua pembayarannya, baik yang kemarin check up di Majalengka, maupun operasi dan rawat inap di Bandung ini. Karena kondisi pasiennya umum, belum punya BPJS, jadi kami bantu,” kata dia.
-
Sebagai bantuan jangka pendek, Kemensos juga membantu kebutuhan dasar Yudhi. Adapun, bantuan jangka panjang, rencananya diberikan berupa bantuan modal usaha soto mie bagi ibunya.
“Setelah selesai seluruh rangkaian pengobatan Kang Yudhi, segera kami tindaklanjuti untuk bantuan usahanya,” sambungnya.
Kondisi Yudhi sendiri telah bercerai dari mantan istri pada 2018 lalu. Di Majalengka, ia tinggal dan dirawat oleh ayah kandung dan ibu sambungnya.
Sejak kejadian itu, usahanya di Bandung terpaksa tutup. Seluruh barang di tempat usahanya dijual untuk Yudhi bisa pulang ke Majalengka. Dengan kondisinya saat ini, ia juga belum bisa kembali bekerja.
Kemensos masih akan terus memantau perkembangan kesehatan Yudhi pasca operasi. Pada Senin (3/4) mendatang, tim STIS akan kembali mendampingi Yudhi yang dijadwalkan akan kontrol di RSHS Bandung.