Natuna, NAWACITApost.com – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini berkeliling menyaksikan dari dekat kawasan terdampak bencana tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (10/03).
Mensos mengingatkkan semua pihak untuk mewaspadai gejala cuaca ekstrim yang disebabkan pemanasan global. Dari SMAN 1 Serasan, Mensos menyapa warga Desa Payak di Kecamatan Serasan Timur. Akses Desa Payak terputus sejak Senin, akibat jalan utama penghubung ke wilayah lainnya, tertutup longsor.
Dari Payak, Mensos meninjau Pos Lintas Batas Nagara (PLBN) Serasan. Selain mengecek kesiapan dan kecukupan bantuan, Mensos juga mengecek operasional dapur umum di PLBN.
Dalam kesempatan itu, Mensos menekankan langkah-langkah mengurangi risiko bencana. Mensos menugaskan staf untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga Serasan. Kemensos akan mengedukasi dan meningkatkan kemampuan kolektif warga dalam menghadapi bencana.
“Kami akan mengajari tentang mitigasi dan memberikan pelatihan agar tidak ada korban jiwa lagi, serta kita juga akan membuat lumbung sosial di sini,” katanya.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di lokasi rawan bencana, Kemensos mendirikan Kampung Siaga Bencana (KSB). KSB merupakan upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana yang berbasis masyarakat. KSB merupakan upaya menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh, dengan partisipasi dan kemitraan publik, serta swasta.
Sementara itu, Lumbung sosial merupakan titik pengumpulan bufferstock bagi warga terdampak bencana. Lumbung sosial berada di lokasi yang terdekat di kawasan rawan bencana.
Lumbung sosial berisi berbagai macam barang kebutuhan hidup seperti bahan makanan, pakaian, diapers, genset, selimut, tenda, pemurni air, dan panel surya dan sebagainya. Material lumbung sosial disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal.
Dengan lumbung sosial, warga yang tinggal di kawasan rawan bencana tetap mendapatkan dukungan kebutuhan hidup meskipun akses lokasi tinggalnya terputus.