Jakarta, NAWACITAPOST.COM – 12 Bulan lebih 17 hari. Indonesia akan menyelenggarakan Pilpres dan Pileg (14 Februari 2024), dilanjutkan Pilkada, November 2024.
Baca Juga : Moeldoko Salah Satu Penerus Jokowi yang Sangat Siap
Kita bicarakan khusus Pilpres 2024. Banyak sosok yang akan tampil, mulai dari Ketua Umum Partai Politik, Pengusaha, Menteri, Birokrat, dan purnawirawan militer.
Khusus untuk kalangan militer, sebut saja Moeldoko. Jenderal bintang 4 ini, telah bedinas di TNI AD selama 34 tahun. Lulusan Akabri Darat tahun 1981, jabatan terakhir di militer, sebagai Panglima TNI (30 Agustus 2013 - 8 Juli 2015).
Rekam jejak sebagai Jenderal TNI Purnawirawan. Moeldoko layak untuk menjadi pemimpin Indonesai selanjutnya.
Pertama Melihat dari keberadaannya sebagai jenderal, maka tidak diragukan lagi, kemampuan untuk memimpin, beliau punya latar belakang militer. Tentu memiliki kapasitas untuk memimpin, apalagi karir dimiliternya paling tinggi (secara struktural), artinya membawahi 3 matra : AD, AL, dan AU.
-
Kedua Moeldoko dipilih Jokowi sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Alasan Jokowi, penerima penghargaan lulusan terbaik di militer Adhi Makayasa - Tri Sakti Wiratama 1981 ini mampu menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskannya dengan cepat dan tepat pada sasaran.
Apalagi, sebagai KSP Moeldoko salah satu pembantu yang paling dekat dengan Presiden Jokowi di istana negara. Sehingga paham, mengerti dan mengeksekusi keputusan presiden yang telah dibahas di sidang kabinet, tanpa ada hambatan.
-
Hal lainnya, dengan jabatan KSP, memiliki kinerja koordinasi efektif dengan beberapa kementerian dan lembaga, manakala ada hambatan-hambatan dalam melaksanakan, seperti yang diinginkan presiden Jokowi. Tahu ada keluhan dan masalah pada masyarakat melalui kementerian atau lembaga, jauh lebih efektif melakukan koordinasi dengan KSP untuk menyelesaikan masalah – masalah tersebut.
-
Jabatan sipil (non politik), Moeldoko menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Tentu ini menjadi sesuatu kepemimpinan yang baik bagi Indonesia ke depan. Karena kita tahu sendiri ancaman ekonomi, bukan hanya datang dalam bidang keuangan, tetapi ancaman datang dalam ketersediaan pangan bagi rakya. Karena akhir-akhir ini sebagian besar dunia mengalami, ancaman kecukupan pangan.
Kepemimpinan di HKTI, mantan Pangdam III SIliwangi, memastikan hasil-hasil pertanian, salah satunya ketersediaan pangan buat masyarakat terjamin dan tidak kekurangan. Sehingga, untuk membangun pangan ke depan atau bidang pertanian tentu akan sangat relevan dengan fungsi kepemimpinan negara atau pemerintahan pada masa yang akan datang, dan Moeldoko mampu menjawab ketersediaan pangan tersebut.
Hal lainnya, Moeldoko memiliki kerendahan hati, karena beliau dilahirkan dari keluarga yang sederhana atau orang yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kita tahu sendiri dari berbagai pengakuan beliau, bahwa dulu pernah tidak bisa membayar uang transportasi untuk membayar naik kendaraan umum ke sekolah. Sehingga kita bisa lihat bahwa kehidupan beliau adalah kehidupan orang yang sederhana.
Hal itu menjadi salah satu modal, bagi siapapun calon pemimpinnya termasuk Moeldoko memimpin bangsa ini, untuk memahami kehidupan, kebutuhan, dan kesulitan serta apa yang diinginkan oleh berbagai kalangan masyarakat.
Dengan demikian kita lihat, seperti Jokowi, yang berasal dari keluarga sederhana, maka sensitivitasnya atau kepeduliannya pada perbaikan kehidupan orang miskin itu jauh lebih tajam memahaminya, juga menjadi perhatian serius.
Hal ini, juga hampir sama dengan Moeldoko, sebagai suatu modal membangun bangsa ke depan, terutama untuk memperhatikan orang-orang yang kekurangan atau susah, yaitu dengan pengalaman sebagai anak orang yang tidak berkecukupan, saat masih kecil.
Selanjutnya Moeldoko memiliki kedekatan secara emosional dengan Jokowi, sebelum dipercaya sebagai KSP, Moeldoko diberi tugas oleh suami dari Iriana, menjadi Ketua Panitia pernikahan anak kedua Jokowi, Kahiyang Ayu yang menikah dengan Bobby Nasution, pada 8 November 2017 di Solo. Suami dari Koesni Harningsih mampu mengemban dan melaksanakan kepercayaan yang diberikan Jokowi kepadanya.
Perjalanan Moeldoko yang bukan hanya dekat dengan Jokowi, tetapi mampu menyelesaikan tugas yang diberikan Jokowi kepadanya, mulai dari Ketua Panitia Pernikahan, KSP, dan HKTI. Maka Moeldoko sosok yang tepat sebagai pelanjut Jokowi atau pantas melanjutkan Nawacita pembangunan Jokowi di 2024.
Demikian disampaikan Pemerhati Politik Nusantara Faigiziduhu Ndruru