Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Penunjukan Menteri Negara BUMN Erick Thohir biasa disapa Etho yang dipercaya Presiden Jokowi sebagai Ketua Panitia Pernikahan Kaesang – Erina. Memberi sinyal dan kode kuat, Etho diprediksi menjadi Cawapres mendampingi Ganjar. Begitulah Politisi Senior yang juga wartawan kawakan Panda Nababan memberi komentar dalam chanel Youtube Indonesia Lawyers Club, dan diperkuat juga di chanel YouTube CokroTV 2045.
Baca Juga : DPP KNPI Masukkan Erick Thohir Bursa Cawapres Potensial
Ada sejumlah alasan, Jokowi mempercayakan gawean pernikahan anak bungsunya ke Etho. Etho orangnya familiar, gesit dan cekatan dalam acara-acara yang dimaui suami dari Iriana Jokowi.
Hal lainnya, Menteri BUMN ini sangat dekat dengan berbagai simpul relawan Jokowi. Pasalnya, acara munduh mantu adik kandung dari Gibran dan Kahiyang Ayu ini, puluhuan ribu relawan tumpah ruah di sekitar kota Solo.
Bila, partai pemenang pertama Pileg 2019 ini, resmi mencalonkan Ganjar sebagai Capres, maka Etho layak mendampinginya. Urusan logistik dan yang terkait dengan kampanye menjadi mudah.
Sebab, maklum biaya kampanye Capres 2024, memerlukan kekuatan hal yang besar. Jejaring mesin partai, dan relawan menjadi sangat vital, agar mudah digerakan, maka Etho diharapkan mampu mengatasinya.
Sebelum Etho, Jokowi juga mempercayakan Panglima TNI ke-18, Jenderal Moeldoko menjadi ketua panitia pernikahan anak kedua atau puteri pertama pasangan Jokowi – Iriana, Kahiyang Ayu. Tak lama kemudian, Moeldoko pun didapuk menjadi Kepala Staf Presiden hingga kini.
Selain soal ketua panitia, Jokowi juga mampu menjawab teka-teki, saat Marsekal Hadi Tjahjanto hendak diganti, KSAD ke-32 Jenderal Andika Perkasa berada di bandara Soekarno Hatta untuk menyambut kepergian Jokowi dalam kunjungan ke luar negeri.
Hiruk-pikuk pun mereda, dan terjawab sudah. Lalu, apakah dengan penunjukan Etho sebagai ketua panitia pernikahan Kaesang – Erina, Etho akan melompat lebih tinggi di politik serentaj 2024? Kita tunggu saja waktu dan momen yang tepat dari Megawati, Jokowi dan pemangku kepentingan di koalisi Kabinet Indonesia Maju minus NasDem.