Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Presiden Joko Widodo mendapatkan penghargaan yang berkaitan dengan ketahanan pangan baik dan swasembada pangan kepada Indonesia dari International Rice Research Institute (IRRI).

Penghargaan tersebut didapatkan perihal imbas produksi beras di Indonesia yang konsisten dan tak mengandalkan impor.

Hal tersebut dijelaskan oleh Jokowi selama tiga tahun ke belakang Indonesia bisa konsisten memproduksi beras hingga 31,3 juta ton.

Baca Juga: Bertemu Para Pimpinan Lembaga Negara, Presiden Jokowi Bahas Krisis Global

“Penghitungan oleh BPS stok kita di lapangan jumlahnya juga di akhir April 2022, tertinggi 10,2 juta ton. Kalau ditanya barangnya ada di mana? Ada di masyarakat, di petani, di restoran-restoran, juga di Bulog plus beberapa di industri pangan,” Ucap Jokowi.

Konsistensi dalam terjaganya stok beras di Indonesia merupakan dampak hasil dari pembangunan infrastruktur yang menyokong pertanian sejak tahun 2015.

Jokowi juga menyebutkan pemerintah telah berhasil membangun 4.500 embung, 1,1 juta jaringan irigasi, dan 61 bendungan yang akan selesai pada tahun 2024. Hal tersebut yang membuat melimpahnya stok beras dengan pemanfaatan varietas unggul padi, intensifikasi, serta ekstensifikasi.

Dalam penutupnya Jokowi juga berharap dalam tahun-tahun mendatang, Indonesia tidak akan lagi impor beras dan menjadikan komoditi tersebut berdikari untuk masyarakat Indonesia.

“Insya Allah kita tak impor lagi dalam 2-3 tahun mendatang, seperti beras yang sudah 3 tahun tidak impor,” Ucapnya.

Baca juga :  Peresmian Proyek Di Sulsel, Tamparan Atas Ocehan JK