Jakarta, NAWACITAPOST. COM – Kisruh atau perseteruan kepemimpinan antara Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Nias Barat, bukan meredup, diduga malah ‘membesar apinya’
Kisruh dua pasangan pemimpin yang harusnya menjadi panutan, teladan dan contoh yang baik bagi masyarakat Nias Barat, bila tidak diselesaikan, akan terjadi pembelahan antara dua kelompok : Masyarakat yang pro Bupati dan masyarakat pro Wabup.
Baca Juga : Sekjen DPP HIMNI Otoli Zebua : Bupati – Wakil Bupati Nias Barat Ribut, Masyarakat Dirugikan
Terkait hal itu, Forum Pemerhati Demokrasi Kepulauan Nias (Kepni) Faigiziduhu Ndruru biasa disapa Ama Putri angkat suara, ketika ditemui nawacitapost.com di ruang kerjanya, Jumat (5/8/2022) pagi.
Masyarakat ke depannya (di Pilkada 2024), harus berkontribusi dalam pemilihan, jangan memilih pasangan kepala daerah yang mencari keuntungan saat berkuasa. Artinya, pasangan kepala daerah itu harus selesai dengan dirinya sendiri
Menurut Faigiziduhu Nduru, kedua pasangan pemimpin ini salah dan menjadi preseden negatif. “Makanya jangan mengutamakan uang saat kampanye, karena itu adalah awal pemicu kekisruhan, ketika menjabat sebagai pasangan kepala daerah,” tandasnya.
Masyarakat ke depannya (di Pilkada 2024), harus berkontribusi dalam pemilihan, jangan memilih pasangan kepala daerah yang mencari keuntungan saat berkuasa. Artinya, pasangan kepala daerah itu harus selesai dengan dirinya sendiri, sehingga anggaran (baca : APBD) benar-benar disalurkan kepada masyarakat.
Pokoknya di Pilkada 2024, kekisruhan pasangan kepala daerah ketika menjabat tak boleh terjadi lagi. Ini harus yang terakhir terjadi di Kepulauan Nias, pungkasnya.