Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Tahun 2022, tepatnya 9 Juli, Rumah Sakit Charitas Palembang,Sumatera Selatan (Sumsel) usianya sudah mencapai 96 tahun (9 Juli 1926 – 9 Juli 2022), begitu penjelasan dari website resmihttps://charitashospital.com/palembang/4/sejarah-rumah-sakit.

Baca Juga : RS UNS di Kota Asal Presiden Jokowi, Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik untuk Semua Pasien

Saat itu, pimpinan pastor Hati Kudus Yesus yang sejak tahun 1926 bertugas di wilayah Sumatera Bagian Selatan memohon bantuan kepada pimpinan Konggregasi Suster Charitas di Roosendaal, Belanda, untuk membantu dalam lingkungan misi di daerah Sumsel.

Baca Juga : RSGM Pendidikan FKG Usakti Terus Meningkatkan Pelayanan Berkualias, Aman dan Memuaskan Bagi Masyarakat

Permohonan tersebut mendapat tanggapan baik, sehingga dalam waktu singkat mereka siap mengirim para Susternya ke daerah misi Sumatera bagian Selatan.
Permintaan dari pastor tersebut, akhirnya dijawab oleh pimpinan Konggregasi Suster Charitas, Belanda, dan mengirimkan lima orang suster : Suster Raymunda Hermans, Suster Willhelmina Blesgraaf, Suster Caecilia Luyten, Sr. Alacoque van der Linden, dan Suster Chatarina Koning.

Baca Juga : Rumah Sakit Mata Bali Mandara Mempunyai Visi : Unggul dan Terpilih Dalam Pelayanan

Maka dengan semangat cita-cita pendiri Konggregasi Suster Suster Santo Fransiskus Charitas ” yakni dalam kegembiraan, kesederhanaan dan terutama dalam cinta kasih menolong orang lain, seraya berdoa dan mengorbankan diri menampakkan kegembiraan hidup di antara orang sakit dan yang kekurangan” kelima suster tersebut memulai karyanya di Indonesia tepatnya di wilayah misi kota Palembang yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman di samping Gereja St. Yoseph (Frateran Bunda Hati Kudus) saat ini.

Karya para Suster Charitas di Palembang semakin berkembang serta ada penambahan sepuluh orang Suster lagi dari Konggregasi Charitas di Roosendaal Belanda. Karena pasien terus bertambah dan juga ditambah para suster, maka dirasakan perlu dibangun rumah sakit baru.

Baca juga :  Merespon Gagasan Ketua Umum HIMNI Marinus Gea, Yusman Ziliwu Siap Menjadi Pemimpin 2024 di Gunungsitoli

Oleh pimpinan suster Charitas dipilihlah sebidang tanah yang letaknya di ketinggian saat itu jauh dari keramaian kota dan cukup strategis, tempat ini memang merupakan gunung kecil berada di sudut kota Palembang, merupakan lokasi rumah sakit sekarang ini.

Tahun 1937 mulai peletakan batu pertama, kemudian tanggal 18 Januari 1938 peresmian pembukaan rumah sakit oleh Mgr. Meckelhot SCJ dengan nama rumah sakit RK. Charitas.

Sedangkan bangunan lama yang posisinya berseberangan dengan rumah sakit diserahkan kepada Frater dari O.V.L. van Utrecht.

Rumah sakit yang didirikan para Suster Charitas ini merupakan rumah sakit pertama yang ada di Palembang, mempunyai 59 tempat tidur. Disamping itu, pelayanan kunjungan dan persalinan di rumah tetap dilaksanakan oleh suster – suster rumah sakit yang berkendaraan sepeda.

Hal lainnya, selama penjajahan Jepang rumah sakit diambil dan dijadikan markas tentara Jepang. Para suster dan pastor diinternir/ditawan di berbagai tempat.
Pada waktu kemerdekaan rumah sakit Charitas dikembalikan kepada Konggregasi Suster Charitas dan terus dibenahi hingga menjadi rumah sakit seperti saat ini.
Yang jelas dan pasti, Charitas Hospital Palembang berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang aman dan bermutu kepada pasien. Salah satu proses dalam rangkaian peningkatan mutu dan keselamatan pasien itu adalah melakukan pengukuran indikator mutu, baik indikator mutu intra rumah sakit, maupun berpartisipasi dalam pengukuran indikator nasional mutu.

Pengukuran indikator mutu ini sesuai dengan PERMENKES, serta mengacu pada dimensi mutu Pelayanan Kesehatan, yaitu efektif, efisien, tepat waktu, berorientasi pada pasien, adil, aman dan terintegrasi.

Pencapaian indikator ini didapatkan dari proses pengumpulan data, kemudian dianalisa dan divalidasi untuk menjamin keabsahannya.

Salah satu pencapaian indikator mutu pada tahun 2022 ini adalah :
Pertama Kecepatan Respon Terhadap Komplain. Kecepatan respon terhadap komplain adalah kecepatan rumah sakit menanggapi complain baik tertulis, lisan, maupun melalui media massa yang sudah diidentifikasi tingkat risiko dan dampak risiko dengan penetapan grading/dampak risiko berupa ekstrim (merah), tinggi (kuning), rendah (hijau), dan dibuktikan dengan data, dan tindak lanjut atas respon time Komplain tersebut sesuai dengan kategorisasi (grading/dampak/ risiko).
Suara pelanggan merupakan masukan yang berharga bagi kami untuk terus memperbaiki diri. Komplain yang diterima dari pelanggan, sesegara mungkin akan kami tindaklanjuti.

Baca juga :  Karyawan Gaji Dibawah 5 Juta, Dapat Bantuan Rp 600 Ribu Dari Pemerintah, Syaratnya!

Kedua Waktu tanggap Operasi Seksio sesarea emergensi. Waktu tanggap operasi seksio sesarea emergensi adalah waktu yang dibutuhkan pasien untuk mendapatkan tindakan seksio sesarea emergensi sejak diputuskan operasi sampai dimulainya insisi operasi di kamar operasi yaitu ≤ 30 menit. Adapun kategori emergensi yang diukur adalah adalah kaegori 1 (Misalnya : fetal distress menetap, prolaps tali pusat atau tali pusat menumbung, gagal vakum/forsep, ruptur uteri imminent, ruptur uteri, perdarahan ante partum dengan perdarahan aktif).

Kecepatan dalam waktu tanggap pelaksanaan operasi seksio sesarea emergensi akan menentukan keluaran yang baik bagi pasien.

Charitas Hospital Palembang terus berusaha untuk memperbaiki sistem untuk dapat memberikan pelayanan yang mendukung sebagai rumah sakit sayang ibu dan anak.
Ketiga Kepatuhan Identifikasi Pasien Saat Memberikan Layanan adalah perbandingan proses mengidentifikasi pasien yang dilakukan secara benar dibandingkan dengan keseluruhan proses identifikasi pasien yang diamati.

Identifikasi pasien secara benar merupakan satu dari 6 sasaran keselamatan pasien, yang mendukung pelayanan kesehatan yang berorientasi pada dimensi mutu, Charitas Hospital Palembang, menjunjung tinggi implementasi 6 sasaran keselamatan pasien, sehingga pasien merasa aman dan nyaman dalam menjalani proses pelayanan kesehatan.

Yang jelas dan pasti, RS Charistas Palembang, turut andil dan membantu pasien yang menderita Covid-19, sejak tahun 2020 sampai sekarang.

RS yang beralamat Jalan Jenderal Sudirman No 1054 Palembang, Sumatera Selatan ini, terus meningkatkan pelayanan, mulai ruang rawat inap, rawat jalan, dan kelengkapan alat dan tenaga Kesehatan lainnya.

Kerjasama KARS dan PT Media Nawacita Indonesia (Nawacitapost dan Nawacita TV)