Kamis, 4 Juni 2026

Menkeu Sri Mulyani Sampaikan Inovasi Kemenkeu dalam Penanganan Perubahan Iklim

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 27 Juli 2022 | 21:09 WIB
Menkeu RI Sri Mulyani (Dok. Facebook Sri Mulyani)
Menkeu RI Sri Mulyani (Dok. Facebook Sri Mulyani)

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus melakukan inovasi terhadap regulasi dan kebijakan dari instrumen yang dikelolanya untuk menangani perubahan iklim. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keynote speech G20 Webinar Series “Unlocking Innovative Financing Schemes and Islamic Finance” yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (27/07).

Baca Juga : Indonesia Komitmen Turunkan Emisi Karbon dengan Transisi Energi Ramah Lingkungan

Menkeu menyebut, salah satu inovasinya yaitu menetapkan Sustainable Development Goal (SDG) Indonesia One yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Special Mission Vehicle (SMV) yang sepenuhnya dimiliki oleh Kemenkeu.

“Mereka menyediakan platform blended finance yang sempurna untuk semua pemangku kepentingan agar dapat berpartisipasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan termasuk perubahan iklim,” ungkap Menkeu.

Lebih lanjut Menkeu menjelaskan, SDG Indonesia One menjadi saluran yang mempertemukan pembiayaan dan proyek yang selaras dan erat kaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk pembiayaan iklim. Termasuk di dalamnya mensinergikan dengan pemangku kepentingan yang lebih luas baik di dalam negeri maupun internasional.

“Ini merupakan platform blended finance dimana bahkan filantropi juga dapat berpartisipasi dengan pendanaan mereka. Ini menciptakan kombinasi yang baik antara profil risiko yang berbeda dari filantropi, lembaga keuangan, sektor swasta, serta bank pembangunan multilateral, atau institusi dalam satu platform yang sempurna,” jelas Menkeu.

Selain mengelola SDG Indonesia One, Menkeu juga mengatakan telah menunjuk PT SMI sebagai pengelola dana energy transition mechanism (ETM). Peran tersebut sekaligus menugaskan PT SMI untuk menerima arahan dari komite pengarah untuk mendukung kerangka pembiayaan dan pendanaan yang menggabungkan antara sumber dana yang berasal dari APBN dengan sumber pendanaan lainnya.

Inovasi lainnya dari Kemenkeu dalam penanganan perubahan iklim yaitu dengan mengembangkan instrumen pembiayaan green sukuk. Menkeu menyebut, Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang cukup maju dalam mengeluarkan pembiayaan hijau hingga ke pasar global.

Sejak mulai diterbitkan pada tahun 2018 hingga 2022, green sukuk berhasil memperoleh USD 3,5 miliar. Selain itu, green sukuk juga mendapatkan 14 penghargaan internasional.

“Pemerintah Indonesia mendapatkan reputasi yang sangat baik secara internasional sebagai negara pertama yang menerbitkan green sukuk di dunia. Sekarang, banyak rekan-rekan saya Menteri Keuangan terutama dari negara berkembang mempertingkan dengan sangat serius dalam menerbitkan green sukuk ini,” ungkap Menkeu.

Menkeu memaparkan, dampak dari penerbitan green sukuk tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga manfaat sosial karena diperkirakan secara efektif mengurangi 10,3 jta ton emisi CO2. Penerbitan green sukuk tersebut dialokasikan untuk lima sektor penghijauan yaitu energi terbarukan, efisiensi energi, peningkatan ketahanan iklim, transportasi, serta pengelolaan sampah.

Sumber : Kementerian Keuangan RI (www.kemenkeu.go.id)

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini