Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Manajemen beserta jajaran PT Media Nawacita Indonesia (MNI) ; Nawacita Post dan Nawacita TV bergerak cepat, usai bertemu dengan Wakil Ketua Umum Kadin Sarman Simanjorang yang juga pembina dari acara penganugerahan Nawacita Awards, bertandang dengan salah satu sosok yang terkenal sebagai dosen ilmu komunikasi Universitas Indonesia, terkait acara yang bakal dihelat tahun ini (28 Oktober 2022), jelas Faigiziduhu Ndruru melalui pesan singkatnya yang diterima nawacitapost, Jumat (8/7/2022).
Baca Juga : Rapat Terkait Nawacita Awards dengan Wakil Ketum KADIN Sarman Simanjorang, Komisaris Utama Faigiziduhu Ndruru PT MNI : Dilaksanakan 28 Oktober 2022
Kini Tim MNI, dengan dua punggawanya : Dirut Otoli Zebua, dan Komut Faigiziduhu, menyambangi markas Cokro TV, tempat Ade Armando bercokol sehari-hari, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022).
Ade yang diminta PT MNI sebagai juri pada acara tersebut, menerima kedatangan tamu sekaligus tuan rumah yang punya hajat nawacita awards dengan tangan terbuka.
Mungkin ini sudah kesekian kalinya tim MNI bersama dengan para pentolan Cokro TV yang di dalamnya ada Ade Armando, Eko Kuntadhi, Denny Siregar, Rizka Puteri, jajaran Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), dan lain-lain, jelasnya.
Khusus permintaan untuk menjadi juri Nawacita Awards ini Ade Armando tegas memberikan syarat terlebih dahulu. Jika hal itu dipenuhi maka bersedia jadi juri. Adapun syarat yang jadi perhatian Ade Armando yakni pemilihan dan kriteria harus dilakukan dengan profesional dan objektif dengan semangat Nilai Kebangsaan, dan apa yang terkandung dalam Sembilan (9) nilai – nilai Nawacita pembangunan Jokowi, pinta Ade seperti dituturkan Otoli Zebua kepada nawacitapost, Jumat (8/7/2022).
“Sebagai juri harus diberi hak, tanpa intervensi untuk menghasilkan sosok penerima Awards adalah yang terpilih karena memiliki kepantasan, kepatutan,” tutur Otoli menirukan ucapan pertemuan dengan Ade di kantornya Cokro TV kawasan Menteng, Kamis (7/7/2022) sore.
“Penyampaian Bang Ade itu Sama dengan Pak Sarman Simanjorang, yaitu memastikan nama besar Nawacita tetap terjaga dan memperoleh pengakuan ditingkat nasional, bahkan bila perlu ditingkat internasional. Syarat sesuai permintaan Ade Armamdo di penuhi dengan tanpa ada pengecualian. Karena memang sejak awal dicanangkan hal yang sama jadi tekad dari media nawacita Indonesia,” tambah Faiqiziduhu Ndruru menegaskan permintaan Ade.
Selesai rapat terkait persiapan acara tersebut, kedua tim melanjutkan berdiskusi tentang masalah kebangsaan, dan juga terkait kerjasama menjaga Indonesia dari pengaruh Radikalisme, Intoleran, serta memastikan semangat Indonesia untuk Semua, ujarnya.
Dalam diskusi terkait ini masing masing terus saling menguatkan agar tantangan yang ada jangan membuat tidak kendor sedikitpun. Dan hal itu jadi tekad bersama bahwa sesadar-sadarnya kita adalah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala rongrongan dari idiologi dan paham dari luar, pungkasnya.