Presiden Jokowi Ke Nias dua kali : Agustus 2016 (kiri) dan awal Juli 2022 (kanan). Kolase

Jakarta, NAWACITAPOST. COM – Agustus 2016, Presiden Jokowi berkunjung ke Kepulauan Nias (Kepni) untuk pertama kalinya. Kunjungan saat itu untuk memastikan ketersediaan listrik bagi masyarakat kepulauan Nias, dan hal lainnya.

Kini Rabu, 6 Juli 2022,  Ayah dari Kahiyang Ayu (istri Wali Kota Medan, Bobby Nasution, berkunjung lagi ke Nias.

Sederet agenda kegiataan untuk rakyat akan dilaksanakan oleh Kakek dari Sedah Mirah Nasuition dan Panembahan Al Nahyan Nasution. Pembagian bantuan sosial, dan meninjau proyek infrastruktur jembatan yang menghubungkan Nias Barat dan Nias Utara, serta proyek peningkatan struktur jalan yang ada Kepni.

Sementara itu, tokoh potensial Kepni, yang juga Sekum Fornisel, Beesokhi Nduru, ketika dihubungi Nawacitapost via WA, Rabu (6/7/2022) siang. “Menurut saya kunjungan ini adalah kunjungan yang spesial dari pak presiden yang didampingi oleh Beberapa menteri yang selalu memberikan perhatian kepada kemajuan kepulauan Nias. Kita harapkan kunjungan Presiden Jokowi ini, semakin menambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias,” tuturnya.

Namun, telepas dari  agenda Presiden Jokowi berkunjung ke Kepni di kali kedua ini, dengan kegiatan meninjau pembangunan infrastruktur jalan penghubung di daerah tersebut.

Kiranya perlu juga menjadi catatan penting, bahwa diprediksi kunjungan kali kedua ini, semacam sinyal pemekaran Kepni menjadi Provinsi bakal dibuka Kembali, tentu mekanisme aturannya harus melalui DPR dalam hal ini komisi II.

Apalagi, kesiapan infrastruktur di Kepni, perlahan dan pasti sudah mulai kelihatan hasilnya, dan kunjungan Jokowi ini memastikan akan hal tersbeut, agar infrastruktur yang ada, jalan, dan yang berkaitan dengan kesiapan infrastruktur sebagai sebuah provinsi benar-benar nampak hasilnya, bukan hanya bagi warga Kepni, tetapi bagi warga Indonesia.

Apalagi, dugaan adanya isu 3 provinsi (Sumut, Sumbar, dan Lampung) di pulau Sumatera, yang dipetakan oleh BNPT dan Densus 88 diduga sebagai kantong tumbuh suburnya kelompok teroris, menjadi menguatnya Kepni sebagai sebuah provinsi ke-38 (baca : setelah 3 provinsi baru di Pulau Papua disahkan DPR menjadi UU Daerah Otono Baru).

Baca juga :  Kantor Imigrasi Kelas II TPI TBK, Bakti Sosial jilid dua untuk memperingati  Dirgahayu Republik Indonesia  ke 76

Pasalnya, syarat admintrasi sesuai aturan yang berlaku, harus ada 5 daerah tingkat II : Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan, Nias, dan Kota Gunungsitoli  sudah terpenuhi.

Sementara syarat non teknis, seperti adanya gangguan dari dalam dan luar Indonesia, dengan geopolotik yang serba kompleks, serta meredam tumbuh suburnya paham-paham radikal, mungkin Kepni menjadi Provinsi menajdi sebuah keharusan bagi DPR?

Adapun rombongan yang mendampingi Jokowi ke Kepni  adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H Laoly.