Nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Hari Keluarga Nasional pertama kali digagas oleh ketua BKKBN di era Presiden Soeharto, yaitu Haryono Suyono. Gagasan ini disambut baik oleh pemerintahan kala itu dan mulai dirayakan sejak 1993. Terdapat makna mendalam dari dipilihnya tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional (HARGANAS).

Indonesia mengumumkan kemerdekaan di pada tahun 1945, situasi nasional belum juga kondusif. Kondisi tersebut memaksa masyarakat Indonesia dihadapkan dengan wajib militer untuk mempertahankan kemerdekaan. Banyak orang yang terpisah dengan keluarga karena dipanggil ke medan perang saat itu.

Pada 22 Juni 1949, Belanda akhirnya menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Perang berakhir dan para pejuang mulai kembali kepada keluarganya. Peristiwa kembalinya para pejuang untuk berkumpul kembali dengan keluarganya tercatat pada satu minggu setelah kedaulatan Indonesia diberikan, yaitu 29 Juni 1949.

Adapun tiga pokok pikiran terkait HARGANAS, meliputi: Mewarisi semangat kepahlawanan dan perjuangan bangsa Menghargai dan perlunya keluarga bagi kesejahteraan bangsa Membangun keluarga menjadi keluarga yang bekerja keras dan mampu berbenah diri menuju keluarga sejahtera.

Pada 1993, Soeharto menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Namun, peringatan ini baru mendapat legalitas pada 15 September 2014, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014 tentang penetapan 29 Juni sebagai HARGANAS dan bukan hari libur.

Baca juga :  Menteri PUPR Ajak Kampanyekan Bahayanya Air Bila Tidak Dijaga