Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pertemuan tiga (3) kali dalam rentang waktu satu bulan lebih dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (SP) nampaknya belum membuat Ketua Umum Partai Demokrat, AHY merasa nyaman.

Baca Juga : Anies Bacapres, Nasdem Menuai Gejolak Penolakan Internal dan Publik

Demokrat mungkin setuju Capresnya Anies, tetapi wakilnya kalau bisa diberikan ke AHY. Tetapi, SP di kali ketiga pertemuannya dengan AHY, mengatakan ke putera pertama SBY,  jangan buru-buru menentukan untuk gabung. Apakah itu pertanda, Nasdem selain sudah punya capres, juga ada cawapres yang bakal diusung?

Jika ditilik dari 9 partai  yang berada di Senayan. PDIP bisa menyalonkan capresnya sendiri, KIB (Golkar, PAN, dan PPP) juga demikian, Gerindra bersama PKB juga telah menjajaki pertemuan di kediaman pribadi Prabowo di bilangan Jakarta Selatan, dengan nama gabungan atau Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Nasdem walaupun sudah ada partnernya PKS. Tetapi itu masih belum cukup untuk mengusung di Plipres 2024. Tinggal Demokrat yang belum menentukan pilihannya.

Kemarin, malam (Jumat, 24 Juni 2022) AHY bertandang ke rumah pribadi Prabowo.  Jika Prabowo benar-benar menarik Demokrat ke gerbongnya, maka yang bisa ikut dalam kompetisi politik Pilpres 2024, hanya PDIP, KKIR, Demokrat dan PKS mau tak mau merapat ke kubu KKIR yang sudah punya pasangan Capres dan cawapresnya.

Hal inilah yang membuat Anies, belum bisa diikut sertakan adiministrasi pendaftaran Pilpres 2024, kemungkinanyang terjadi bisa terlempar dari bursa Capres. Sekaligus juga membuat SP dan Jusuf Kalla pusing dan gigit jari, karena walaupun keduanya disebut king marker, tapi tak bisa mengusung capres pilihannya.

Baca juga :  Politisi Golkar : Ada Peran Jokowi Dalam Pemilihan Airlangga