Kamis, 4 Juni 2026

PKB dan PKS Sulit Koalisi karena Pancasila Jadi Taruhan

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 13 Juni 2022 | 14:56 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Menurut ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar biasa disapa Cak Imin, pertemuannya partainya dengan PKS, belum pasti berlanjut ke arah koalisi.

Baca Juga : Konvoi ‘Perawat Kebencian’ Itu, Diduga Hadir di HUT PKS


Memang itu tak mungkin, bila mengacu pada syarat umum presiden threshold (PT) 20 persen, sementara gabungan PKB (9,69 persen) dan PKS (8,21 persen) jumlahnya 17,30 persen, berarti kurang 2,7 persen suara persen syarat PT dari jalur parlemen senayan.

Syarat khususnya, PKB dan PKS sulit bersatu dalam poros koalisi baru, karena adanya persoalan ideologi mendasar. Yang mana PKB menganut paham Pancasila sebagai pijakannya, sedangkan PKS berbeda, dalam AD-nya BAB 1 pasal 2 ayat 1 dijelaskan Partai berasaskan Islam.

Sebenarnya bila dicermati, gerakan Cak Imim menemui PKS, sebagai sinyal buat KIB untuk meliriknya.

Airlangga Hartarto sebagai salah satu trio dari KIB, pernah menyampaikan, bahwa KIB tidak menutup diri kepada partai lainnya untuk bergabung, tetapi KIB tidak dalam posisi untuk mencari partai lain. Artinya tidak ada ajakan, tetapi bila mau bergabung silahkan.

Bagi Cak Imim, PKS adalah teman yang harus ditemui. Soal berkoalisi, mungkin agak berat, karena perbedaan prinsip ideologi yang mengemuka diantara kedua partai tersebut, dan itu menjadi taruhannya.

Namun, bila PKB dan PKS benar bersatu, diprediksi yang untung pileg jelas PKS, PKB akan mengalami penurunan suara.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB