Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Diduga pengiriman proposal ke perusahaan-perusahaan yang bernaung dibawah kementerian BUMN oleh Ketua Panitia Formula E, Ahmad Sahroni untuk menggelar ajang balap mobil listrik itu, dikirim melalui WhatsApp, kurang satu bulan. Selain tak tak beretika, kurang pantas dan tak sopan layak disematkan kepadanya.

Baca Juga : Pidato di Kota Paris, Gibran Cetak Sejarah Baru

Mungkin Sahroni dengan melakukan pengiriman dengan cara itu, karena merasa anggota DPR, Bendum Partai, dan bos utama dipartainya punya ‘kuasa’ di jejaring pemerintahan.

Ternyata apa, yang didamba-dambakan dan diharapkan Sahroni kepada BUMN untuk mensponsori ajang otomotif itu, bertepuk sebelah tangan.

Dengan terpaksa Sahroni merogok koceknya sebesar 1,2 miliar rupiah dengan berkoar-koar, dan tiket yang dibeli itu disampaikan untuk  fans dan pendukungnya.

Kalau memang sponsor dari BUMN tak didapat, kan ada jalan keluar. Kirimlah proposal ke  bos utama di Partainya yang juga pengusaha besar. Namun, cara itu, sepertinya tak pernah dilakukan Sahroni.

Menurut pihak panitia, gelaran mobil listrik formula E itu meraup untung 10 miliar rupiah lebih.

Namun, itu tak sebanding dengan pengeluaran yang digelontorkan Gubernur Anies Baswedan melalui APBD Jakarta untuk komitmen fee ke formula E sebesar 560 miliar rupiah.

Sementara untuk satu kali gelaran formula E dipatok 150 miliar pertahun, dan infonya sudah ada kesepakatan dengan pihak formula E sebanyak 3 kali gelaran. Memang dana 3 kali gelaran itu sumbernya bukan dari APBD Jakarta, kata pihak Jakpro yang punya hajat gelaran itu.

Mungkin APBD tidak dikeluarkan untuk gelaran dua kali, karena Anies akan lengser di Oktober 2024. Tetapi satu gelaran saat Anies menjabat Gubernur, diduga sebagian menggunakan dana APBD Jakarta.

Baca juga :  Jumlah Peserta Seleksi CPNS Kemendagri Tahun 2021 Alami Peningkatan

Pantasan saja, Sahroni mencak-mencak dan kesal, karena BUMN tak mensponsori kegiatan itu. Pasalnya, dana pengeluarannya besar, itu bisa ditutupi dengan harapan ada sponsor dari BUMN.