Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Polisi berhasil menetapkan satu tersangka kasus pemukulan terhadap korban Justin Freederick (anak anggota DPR Indah Kurnia), yang dilakukan Ali Fanser Marasabessy alias FM, dan sudah ditahan di tahan, ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi.
Baca Juga : Tak Terima Dipindahkan dari Meja VIP Restoran, Anggota DPR Demokrat Benny K Harman Diduga Tampar Karyawan
Adapun kejadian pemukulan itu. Menurut pengakuan korban bernama Justin Freederick, ketika mobil pelaku B1146 RFH mengambil arah kiri dengan cara serobot di tol dalam kota Jakarta, sekitaran kawasan Tebet, Jakarta, dan menyerempet mobilnya.
Rupanya, tak terima mobil pelaku dan korban bersenggolan. Dua pelaku FM dan AF turun dan korban pun turun, kedua pelaku itu langsung menghajar dan memukuli anak anggota DPR. Sekujur muka dan tubuhnya luka.
Kemudian korban pun melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Polda Metro Jaya, dengan laporan surat nomor LP / B / 2720 / VI / 2022 / SPKT / POLDA METRO JAYA tertanggal 4 Juni 2022.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan menjelaskan, pemukulan dipicu masalah serempetan. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 12.40 WIB di Tol Dalam Kota Jakarta.
Setelah ditelusuri lebih dalam salah satu pelaku bernama Ali Fanser Marasabessy alias FM adalah kader Demokrat yang pernah caleg DPRD Maluku. Tindakan FM apapun alasannya, melakukan kekerasan fisik kepada korban tidak dibenarkan, dan sudah tepat Polisi menahan yang bersangkutan.
Seharusnya juga partai demokrat AHY memecat FM dari keanggotan partai (bila pelaku masih sebagai kader dan pengurus), serta semua atribut partai yang melekatnya dicopot.
Kejadian yang dilakukan kader demokrat terhadap, sebelumnya dilakukan juga oleh anggota DPR dari Fraksi Demokrat Benny K Harman, pada 24 Mei 2022. Alasannya Benny tak terima diminta pindah dari meja VVIP oleh pihak restoran Mai Ceng’go Labuan Bajo, NTT, yang mana meja VIP tersebut sudah ada yang pesan. Manajer resto itupun diduga didorong dan ditampar oleh Benny sehingga menderita luka ditubuhnya.
Namun, kabar pemanggilan berupa teguran, apalagi pemecatan kepada Benny oleh AHY tak pernah terdengar. Atau jangan-jangan dibiarkan begitu saja.
Benny K Harman dan Ali Fanser Marasabessy, serta kader demokrat lainnya yang diduga melakukan kekerasan fisik kepada rakyat, mungkin sudah dianggap biasa?
Kenapa? Sebab, tak pernah ada kader itu di tegur dan pecat oleh AHY. Atau mungkin juga AHY menjadi ketua umum partai, selain jasa besar SBY, ada peran dari para kader yang diduga melakukan kekerasan fisik tersebut, sehingga AHY bisa sekarang ini?