Heru Budi Hartono bersama Jokowi dan Ahok. Kolase.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta, selesai pada 16 Oktober 2022. Bulan September 2022 atau satu bulan sebelum Anies lengser, Mengdagri akan mengusulkan tiga nama ke Presiden sebagai Penjabat Gubernur. Ketiga nama  itu :  Heru Budi Hartono (Kepala Sekretariat Presiden sejak 2017 – sampai sekarang), serta dua nama lainnya, Juri Ardianto (Deputi IV KSP), dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marulah Mattali.

Baca Juga : Tinggal 151 Hari Lagi Anies Baswedan Lengser, Lakukan Hal Blunder

Khusus Heru, ia telah berkiprah di Pemprov DKI Jakarta selama 22 tahun, dimulai sejak tahun 1993 (Staf Wali Kota Jakarta Utara). Berbagai posisi jabatan pernah diembannya. Wali Kota Jakarta Utara (2014 -2015), Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta (2015 -2017). Dua jabatan terakhir itu dipercayakan Gubernur Ahok (2014 -2017).

Kepercayaan yang ditugaskan Ahok, dilaksankannya dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab.

Prestasi di era Ahok, membuat presiden Jokowi menariknya ke istana. Kepala Sekretariat Presiden (2017 – sampai sekarang) dipercayakan kepadanya. Jokowi dan Ahok tak pernah  komplain akan pekerjaan yang dilaksanakan Heru. Malah kedua pemimpin itu sangat terbantu, dan memberi dampak besar kepada masyarakat.

Kedekatan dengan Presiden Jokowi bukan karena secara fisik saja, tetapi kinerja dan tanggungjawabnya, serta terobosan yang dilakukannya memberikan pelayanan terbaik bagi sang Presiden, membuat para menteri dan tamu negara mengapresiasi langkahnya. Langkah lainnya, yang mampu membuat kunjungan presiden bertemu rakyat dengan tak berjarak, salah satu buah pemikirannya.

Ada sejumlah proyek di Jakarta yang akan, sedang dikerjakan, selesai dikerjakan, tapi butuh perawatan. Membuat pemerintah pusat (sesuai UU tentang pengganti kepala daerah) harus memilih pengganti Anies dengan sosok tepat.

Baca juga :  Kanwil Kumham Sulsel Terbaik ke-Tiga Intelijen Keimigrasian

Heru nampaknya bukan hanya mampu mendengar arahan Presiden Jokowi. Namun, ia mampu menterjemahkan, melakukan terobosan yang diingini Presiden Jokowi.

Yang paling penting dari itu, Heru mampu mengelola APBD Jakarta,  tepat pada sasaran kepada warga terdampak, yang benar-benar memang butuh dibantu.