Refly Harun dan UAS. Tangkapan layar kanal YouTube Refly Harun, Rabu (18/5/2022).

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Singapura telah menolak kedatangan Ustad Abdul Somad (UAS), pada Senin (16/5/2022). Penolakan Singapura itu didasarkan pada dua  pernyataan UAS. Pertama Ceramahnya yang merestui atau mensahkan bom bunuh diri. Kedua Mengkafirkan agama lain, dan jin ada pada kayu salib.

Baca Juga : Singapura Tolak Kedatangan UAS, Kelompok Intoleren Ngamuk

UAS pun mengakui kedua pernyataan itu. Dalil pun disampaikan. Menjawab Konteks Pertama. Itu disampaikan tentang perang Palestina dengan Israel, apa yang diucapkannya memiliki dasar. Palestina tidak punya alat apa pun untuk membalas serangan Israel,dan itu bukan pendapat saya, ujarnya dengan penuh alasan.

Jawaban konteks kedua. Soal Kafir, adalah istilah dalam agama Islam. Istilah itu tidak mungkin dihilangkan karena sudah ada, dan disebut dalam ajaran Islam. Kafir itu artinya ingkar. Siapa saja yang tidak percaya Nabi Muhammad adalah rasul utusan Allah, maka dia adalah (kafir). Dan saya ini kafir. Saya tidak percaya kepada ajakan iblis dan setan, maka saya ini kafir. Masak kita hilangkan istilah-istilah agama hanya karena tidak mau orang lain tersinggung. Soal patung ada jinnya, UAS mengaku berlandaskan pada hadis nabi. Malaikat, sebut UAS, tak akan masuk ke rumah yang terdapat patung, ucap UAS yang disampaikan dalam kanal YouTube Refly Harun, Rabu (18/5/2022).

Masih dalam perbincangan bersama Refly Harun, UAS pun berceloteh, ada yang menyampaikan soal ceramahnya itu ke pihak Singapura.  Berarti, ia mengakui ceramahanya menyangkut soal itu. Terlepas penyampaian ke Singapura. Ini era digitalisasi. Rekam jejak seseorang dari manapun asalnya bisa dideteksi dan diketahui.

Apa yang disampaikan UAS itu, berpotensi memecah belah bangsa. Singapura dan negara-negara lainnya, tak ingin perpecahan terjadi dinegaranya. Yang diinginkan negara itu,  kedamaian dan ketentraman. UAS, sepertinya (menurut Singapura) tak membawa pesan yang diharapkan.

Baca juga :  Destinasi Liburan Di Singapura