Jumat, 5 Juni 2026

Dampak BBM Naik, Pasti Ada, Ini Cara Jitu Jokowi Mengatasinya

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 7 April 2022 | 14:56 WIB
Foto : Tangkapan layar Kompas TV.
Foto : Tangkapan layar Kompas TV.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax sudah naik dari 9.000 rupiah menjadi 12.500 rupiah, pada Jumat 1 April 2022.

Baca Juga : Menteri PUPR Basuki : Presiden Jokowi Tak Akan Wariskan Proyek Mangkrak, Colek Cikeas


Kenaikan ini menurut  Presiden Jokowi yang disampaikan dalam memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Rabu (6/4/2022) yang disiarkan melalui chanel YouTube Sekretariat Presiden. “Gak mungkin kita gak naikan BBM. Oleh sebab itu kita kemarin naikan pertamax. Kenaikan ini disebabkan oleh ekonomi global yang sedang bergejolak. Apalagi lonjakan inflasi yang terjadi hampir di seluruh negara. Kenaikan ini, dunia mengalami krisis dan situasi yang sulit. Yang mana, negara Amerika inflasi yang biasanya dibawah satu (1) persen, kini meningkat menjadi tujuh (7) persen, Turki bahkan inflasinya sudah mencapai angka 54 persen,” tegasnya.

Jelas sangat berdampak. Secara negatif ini akan membebani dan memberatkan rakyat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Rakyat akan membatasi memnbeli kenbutuhan pokok yang biasanya satu keluarga  untuk beras sekian Kg akan dikurangi pembeliannya.Seperti kebutuhan pokok rakyat : Beras, kedelai, gandum, minyak goreng, dan lain sebagainya.

-


Sedangkan secara positif. Kenaikan kebutuhan pokok yang terjadi ini. Pemerintah telah mempersiapkan anggaran berupa pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sekitar 20 juta lebih rakyat yang terdampak dari kenaikan ini.

Mungkin juga mudik tahun 2022 ini  bisa dijadikan dampak positif kecil. Walaupun dengan mudik dibutuhkan biaya yang tak sedikit, karena biaya transportasi pasti naik.

Yang jelas, kenaikan harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya naik. Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada para menterinyab untuk bekerja dengan penuh rasa empati pada rakyat. Bukan hanya pernyataan saja, tetapi langkah nyata juga diperlukan. Begitulah pesan Jokowi di rapat kabinet tersebut.

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini