Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Jakarta,NAWACITAPOST– Menjawab keraguan kader Golkar terhadap Ketua Umum Golkar, GMPG sebelumnya mengkritik Airlangga terkait elektabilitas Ketum Golkar itu masih rendah menyambut Pilpres 2024. Dimana Ketua Umum Partai Golkar diminta untuk lebih mendengar dan banyak turun kebawah agar menaikan elektabilitas Ketum Golkar untum maju sebagai Capres

Saka Ririhena , Peneliti Timor Barat Research Center mengatakan, begini kalau mind set kader Golkar macam Melkias Mekeng yang minta Ketum Golkar harus turun ke lapangan, maka selamanya Golkar tidak akan jadi Partai yang menguasai pemerintanan tapi hanya jadi Partai yang mengekor penguasa pemerintanan terbukti sejak reformasi Golkar belum pernah sekalipun menjadi Partai penguasa pemerintahan

 

“Sangat jelas bahwa mind set seperti ini justru mengambarkan individualistik dari kader kader Golkar dalam membesarkan Partai Golkar,”kata Saka Ririhena.

Dia menyebutkan,untuk membuat Partai Golkar menjadi Partai penguasa pemerintahan, “Maka kader Golkar diseluruh Indonesia mulai dari tingkatan desa hingga provinsi justru harusnya yang berjuang dibawah untuk menaikan citra dan tingkat elektabilitas dari Tokoh Golkar ( Ketum Golkar)yang akan diusung menjadi Capres,” ujarnya.

Menurutnya, perlu dicatat bahwa kalau diminta turun kebawah misalnya mengunjungi kota/kabupaten se Indonesia, sangat tidak cukup waktu bagi Ketum Golkar, bagaimana tidak jumlah Kab/Kota saja mencapai 500 kab/Kota, kalau saja Ketum ber kunjung di satu kab atau Kota butuh 2 hari artinya dibutuhkan 1000 hari dan equivalent dengan 3 tahun

“Karena itu perlu kerja kerja Tim dan kerja koletif dari kader kader Golkar untuk turun kebawah dan mempromosikan serta mensosialisasikan program Partai dan kebijakan kebijakan  yang sudah dilakukan oleh Ketum Golkar sebagai bagian dari pemerintahan saat ini,” bebernya.

Baca juga :  Heboh! Dedy Mulyadi Tegur Pasangan Suami Istri Jalan-Jalan Kuliner Pakai Mobil Ambulance

Sifat individualis dari elite Golkar juga terbukti dari perolehan suara Partai yang kalah oleh Gerindra tapi menang dalam jumlah Kursi di DPR ini menunjukan bahwa kader Golkar hanya memikirkan diri pribadi untuk bagaimana mendapatkan suara untuk pribadinya dan bukan untuk partainya

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika kekuatan individualistik kader kader Golkar bisa menjadi kekuatan kolektif, maka dipastikan partai Golkar akan jadi partai yang akan menguasai pemerintahan dan Parlemen. apalagi saat ini hanya partai Golkar yang jelas warna nasioanlismenya dan pancasila nya.