JAKARTA, NawacitaPost.com Dalam rangka memperingati hari Bhakti Keimigrasian ke – 72 yang akan jatuh pada tanggal 26 Januari 2022 mendatang, Kementerian Hukum dan HAM RI melalui Direktorat Jenderal Keimigrasian menyelengarakan Seminar Nasional Penguatan Pengelolaan Perbatasan dalam Perspektif Kolaborasi Manajemen Perbatasan. Selasa, (18/01).

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Adiwinata Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi ini turut dihadiri Plt. Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kumham Banten, Novita Ilmaris.

Disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Imigrasi Widodo Ekatjahjana bahwa kegiatan seminar ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 18 Januari dan 19 Januari 2022.

Dalam sambutan yang diberikan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna. H. Laoly disampaikan bahwa perubahan tatanan peta geopolitik dunia mengalami beberapa peruban mendasar dalam hal kebijakan pertahanan dan keamanan global.

“Salah satu komponen penting yang menjadi perhatian adalah re-orientasi system pertahanan tradisional ( tradisional security) menjadi keamanan non tradisional (non-tradisional security paradigm),” ujar Yasonna H. Laoly.

Salah satu komponen utama yang menjadi perhatian Negara, yang disampakan Yasonna H. Laoly saat ini dalam menjaga kedaulatannya adalah dengan melakukan penguatan pengelolaan perbatasan (Border Management).

“Hal ini Penting karena wilayah perbatasan merupakan garda terdepan (Frontier) Negara dalam menghadapi ancaman keamanan dari luar, dengan begitu, penguatan kapasitas Negara dalam mengelola perbatasan merupakan sebuah keniscayaan dan harus dilakukan secara serius,” tandasnya.

Lebih lanjut Yasonna menyamapikan 3 (tiga) hal yang perlu mendapatkan perhatian mulai dari Border, disampaikan Yasonna, “Jangan lupakan perbatasan darat, laut, dan udara sebagai Satu Kesatuan Integral yang utuh,” ujarnya.

Kedua, ketika membahas tentang perlintasan orang di perbatasan, maka perlu diperhatikan juga perlintasan barang dan uang/modal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pergerakan orang itu sendiri.

Baca juga :  Kanwil Kumham Kalbar Gelar Rapat Harmonisasi Rancangan Perda Kegiatan Perikanan Kabupaten Bengkayang

Terkait dengan konsep integrated Border Control Managemen (IBCM) dapat memilih model kelembagaan yang kolaboratif dalam mengelola perbatasn sesuai dengan karakteristik perbatasan di Indonesia secara transparan dan akuntabel. (Humas Kanwil Banten).