Kerusakan rumah warga di Kabupaten Konawe yang terjadi pada Kamis (23/12).

Jakarta, NAWACITAPOST – Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara pada Kamis (23/12). Kejadian ini berlangsung bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Konawe dan Wakatobi. BPBD kedua kabupaten melaporkan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

Fenomena yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe berlangsung pada pukul 12.15 waktu setempat. Sejumlah desa terdampak yaitu Desa Lalimbue, Ulu Lalimbue, Muara Sampara, Tombawatu, Lamendora dan Pereoa. Sebanyak 44 KK atau 149 jiwa terdampak di enam desa tersebut.

Data BPBD pada hari ini, Jumat (24/12) mencatat jumlah keluarga terdampak di Desa Ulu Lalimbue 14 KK (55 jiwa), Lalimbue 12 KK (43), Muara Sampara 12 KK (32), Lamendora 4 KK (12), Pereoa 1 KK (5) dan Tombawatu 1 KK (2). Kejadian ini mengakibatkan 1 KK mengungsi di rumah kerabat terdekat.

Sebanyak 44 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang.

Merespons kejadian ini, BPBD bersama TNI, Polri, aparat desa dan warga membantu dalam pengamanan dan pembersihan material rumah rusak. Di samping itu, BPBD Kabupaten Konawe melakukan kaji cepat dan koordinasi dengna pihak pemerintah desa terdampak.

Sementara itu, fenomena serupa terjadi di dua kecamatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Peristiwa yang terjadi pukul 06.00 WIT menerjang dua kecamatan, yaitu Kecamatan Wangi-Wangi dan Wangi-Wangi Selatan.

BPBD Kabupaten Wakatobi melaporkan pad Kamis malam (23/12), pukul 21.31 WIB, sebanyak 50 KK yang rumahnya mengalami kerusakan. BPBD masih melakukan identifikasi kerusakan rumah terdampak. Di samping itu, 1 unit masjid mengalami rusak ringan. Menyikapi kondisi ini, BPBD yang dibantu TNI, Polri, Basarnas, dinas terkait serta pihak kecamatan dan desa membantu penanganan darurat di lokasi.

Baca juga :  KPK Siap Lelang Barang Mewah Milik Mantan Bupati Talaud

Angin Kencang Kota Makassar

Angin kencang juga melanda dua kecamatan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis (23/12), pukul 01.32 WITA. Peristiwa ini berlangsung saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo dan Kelurahan Tamalabba di Kecamatan Ujung Tanah.

BPBD Kota Makassar melaporkan sebanyak 119 KK atau 462 jiwa terdampak kejadian tersebut. Di samping itu, tidak ada laporan korban jiwa atau warga mengungsi akibat bencana ini. Data kerusakan tercatat rumah rusak berat sebanyak 31 unit dan rusak ringan 48 unit.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan telah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat. Paska kejadian, TNI, Polri dan dinas terkait melakukan pengamanan dan kaji cepat di lapangan. Pihak BPBD juga telah melakukan koordinasi dengan aparat desa

Menyikapi fenomena angin kencang, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap siap siaga dan waspada. Fenomena ini dapat terjadi bersamaan dengan adanya hujan intensitas tinggi. Warga diimbau untuk berlindung di bangunan yang kokoh apabila angin kencang terjadi, dan hindari berteduh di bawah pohon atau pun baliho. Selain itu, warga dapat memotong ranting-ranting pohon di sekitar rumah untuk menghindari risiko tumbangnya pohon.

(Kornelius Wau)