Kamis, 4 Juni 2026

PSI: Pada Pemilu 2024 Generasi Milenial Harus Diprioritaskan

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Rabu, 1 Desember 2021 | 11:39 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Angin segar bagi anak muda dalam dunia politik untuk melenggang pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang. Generasi milenial kini menjadi fokus masyarakat dan partai politik untuk dicalonkan menjadi anggota legislatif.

Juru Bicara dan Direktur Propaganda dan Advokasi Publik DPP Partai Solidaritas Indonesia, Furqan AMC menekankan hal tersebut pada diskusi yang digelar Nawacita TV di kantor Formappi, Jakarta, Senin (29/11/21)

"Untuk menjawab seberapa besar peluang caleg milenial pada pemilu 2024, kita perlu menjawab terlebih dahulu seberapa besar peluang generasi milenial 'nyaleg' tahun 2024," jelas Furqan mengawali diskusi.

Ada dua variabel utama yang menentukan, pertama, sejauh mana kesadaran politik generasi milenial itu tumbuh dan mau melibatkan diri dalam politik formal. Hasil temuan beberapa lembaga research, generasi milenial masih banyak yang cuek terhadap politik, cenderung apatis.

“sejauh mana kesadaran politik generasi milenial tumbuh akan menjadi ladang subur (predisposisi) untuk lahirnya calon legislatif milenial. Jika tidak, sulit kita panen raya generasi milenial dalam dunia politik. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita bersama meningkatkan literasi atau edukasi politik."

Furqan yang juga akan memimpin program PSI, "Gerakan Bela Sekolah" mengklaim bahwa milenial dibutuhkan untuk regenerasi politik yang selama ini masih didominasi generasi lama. “Kita butuh milenial, sebab kita perlu regenerasi politik. Sekian tahun angkatan lama mendominasi politik kita, maka bagi siapapun yang ingin masa depan Indonesia lebih baik berkepentingan mendorong generasi baru lahir,” jelasnya.

Kedua, sejauh mana partai politik berkomitmen memfasilitasi generasi milenial dan memprioritaskannya, seperti diprioritaskan pada dapil dan nomor urut yang potensial. Tanpa adanya komitmen partai politik untuk memfasilitasi generasi milenial, ada kekhawatiran generasi milenial hanya dijadikan gimmick politik saja.

Menurut Furqan, bagi PSI yang DNAnya memang lahir dari generasi muda, komitmen tersebut melembaga dalam rekruitmen, struktur, program dan langkah-langkah politik yang mengedepankan peran generasi milenial. Rata-rata Anggota legislatif PSI di berbagai kota dan provinsi adalah generasi milenial, seperti Bro William di Jakarta dan Bro Christian di Bandung. Bro William ketika dilantik jadi anggota legislatif DKI masih sebagai mahasiswa.

Lebih jauh Furqan mengingatkan “Desentralisasi politik harus diupayakan, jangan sampai politik menjadi ekslusif bagi kelompok sosial tertentu saja atau bahkan hanya berpusat pada keluarga tertentu saja" pungkasnya.

Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV


https://youtu.be/tazU2aEaoRI

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini