Ujang Komaruddin : Penyusupan Anggota Jamaah Islamiyah di Parpol Ancaman Bagi Demokrasi Indonesia

0
150

Jakarta, NAWACITAPOST– Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin menilai bahwa ditangkapnya Ketua Umum Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah harus menjadi perhatian pemerintah dan semua pihak. Sebab dengan masuknya Gerakan terorisme melalui jaringan Jamaah Islamiyah (JI) ke partai politik (parpol) akan menjadi ancaman demokrasi di Indonesia.

“Harus ada pengawasan ketat bagi parpol dalam menerima kader yang ingin bergabung ke dalam partainya, jangan sampai ada penyusupan anggota JI di dalamnya,” kata Ujang kepada Nawacitapost.com, Selasa (23/11/2021).

Ujang mengaku, jika kelompok JI sudah masuk ke dalam parpol, maka potensi adanya ancaman terhadap demokrasi di Indonesia akan terjadi.

 

“Kita lihat gerakan teroris dari anggota Jemaah Islamiyah (Jl) yang dikhawatirkan akan masuk dalam partai politik (parpol) menjelang pemilu 2024, akan merusak demokrasi dan ancama negara,” ujarnya.

Menurut dia harus adanya kehati-hatian dalam perekruitmen anggota yang ingin menjadi caleg dan kader.

“Semua harus diwaspadai, dan diseleksi jika dalam penerimaan kader atau caleg, jangan ada kelompok Jamaah Islamiyah itu masuk ke parpol,” terangnya.

Seperti diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah dan Ahmad Zain An Najah. Selain keduanya, ada lagi seorang berinisial AA yang diamankan.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut ketiganya berstatus tersangka tindak pidana terorisme. Ketiganya ditangkap di Bekasi, Jawa Barat.

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/11/20/anggota-mui-terlibat-aksi-teroris-denny-siregar-mui-terancam-bubar-karena-kepercayaan-masyarakat-rendah/

Penangkapan tersangka tindak pidana terorisme dilakukan terhadap saudara AZ, AA, dan FAO,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (17/11/2021).

Ramadhan membeberkan ketiga tersangka tersebut ditangkap di Bekasi. Mereka ditangkap tadi subuh.

“Waktu penangkapan AZ (Ahmad Zain An Najah-red), Selasa 16 November pukul 04.39 WIB. Tempat di Perumahan Pondok Melati,” tuturnya.

“Kedua inisial AA, ditangkap di hari Selasa tanggal 16 November, pukul kira-kira 05.00 WIB di Jalan Raya Legok, Jati Melati, Kota Bekasi. Kemudian, FAO (Farid Ahmad Okbah).

BACA JUGA : https://nawacitapost.com/nasional/2021/11/22/kepemimpinan-oso-lemah-hanura-terancam-gagal-masuk-senayan-di-pemilu-2024/