Jakarta, NAWACITAPOST- politisi Gerindra Arief Poyuono angkat bicara soal desakan Berikade 98 yang meminta Prabowo mundur dari Menteri Pertahanan (Menhan).
Arief mengatakan, Barikade 98 inikan berisi tokoh tokoh aktivis reformasi yang memperjuangkan Demokrasi di Indonesia , salah satu kebebasan memberikan pendapat dan kritik kepada pemerintah,yang mana selama rezim Orde Baru kebebasan mengkritik pemerintah di larang dan dibungkam, jika terus mengkritik tentu di selesaikan atau di sukabumikan.
"Nah ini kok para pejuang Demokrasi dan tokoh-tokoh Reformasi di Barikade 98 melarang keras kritik terhadap Kangmas Jokowi ya, padahal Presiden Jokowi fine fine aja tuh kalau dikritik oleh siapapun, paling paling dia tertawa terbahak bahak kalau di kritik dah. wong Jokowi itu seorang Politisi yang sangat demokrastis dan tidak anti di kritik loh," kata Arief Poyuono, Kamis (18/11/2021).
Menurut dia jika seorang Fadli Zon yang merupakan wakil rakyat tugasnya memang melakukan pengawasan dan kritik pada pemerintah jika ada ketidak benaran dalam menjalankan pemerintahan mau di bungkam suaranya untuk menyuarakan suara rakyat.
"Memang konstitusi kita mengenal adanya oposisi ya. kan tidak ada sama sekali yang namanya Oposisi di konstitusi kita, yang ada cuma legislatif, yudikative dan Eksekutive. legislative itu jelas tugasnya check & Balance terhadap pemerintah ," terangnya.
Dia menilai, kritik Fadli Zon itu wajar dan benar cuma salahnya di lontarkan lewat Medsos bukan lewat saluran resmi di DPR untuk melakukan kritik dan pengawasan terkait kerja kerja presiden.
"Kalau sampai meminta Prabowo mundur dan mengatakan tidak ada manfaatnya kader Gerindra ada dalam pemerintahan Jokowi , itu sih udah enga benar ya.wong Jokowi yang mengajak Prabowo untuk sama sama membangun negara ini," tutupnya.
Selaih itu, apa salahnya Prabowo ya kepada Jokowi sampai disuruh mundur, Fadli Zon ditegurkan sudah, dan Kinerja Prabowo sangat bagus, dan bisa menjaga stabilitas politik nasional ketika bergabung ke Jokowi.